TERKINI
BUDAYA

Anak anak yang Diyatimkan

Puisi-puisi Karya: Taufik Sentana*   Indonesia Kini Jalan tol dan Ibu kota baru. Pandemi yang belum berlalu. Acaman pengangguran dan defisit anggaran. Pendidikan yang menjadi…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 317×

Puisi-puisi Karya: Taufik Sentana*

 

Indonesia Kini

Jalan tol
dan Ibu kota baru.
Pandemi
yang belum berlalu.
Acaman pengangguran
dan defisit anggaran.
Pendidikan
yang menjadi industri
dan doa doa orang kelaparan
diantara simpang siur kepentingan:
Diiringi jeda 
bendera partai yang dibakar
seakan ia keramat
yang memicu laknat.


Bendera Kita

Adalah keadilan yang berkibar
dari celah lorong sempit
ke gedung gedung yang angkuh.
Sedang di tepi sungai
orang orang menjala ikan
dengan damai.


Doa Anak Negeri


Setelah bumi yang molek
Beri kami pemimpin
yang bukan pesolek,
yang akalnya menjangkau
harapan kami.
Agar kami dapat menikmati
setiap jengkal tanah ini
tanpa risau akan
yang dipanen cucu kami.

 

Anak anak yang Diyatimkan

Bukan semata
yang lepas dari dekap ayahnya.
Tapi yang tak dapat
kita jangkau (dan kita abaikan )
dalam perkembangannya.

Hingga tumbuh di jalanan
dan membesar di dalam 
 permainan game
atau hanya menjadi manja.

Di sebelahnya, iklan iklan industri
membayangi citra
dan dahaga mereka
tentang sukses dan bahagia.[]

*Penikmat sastra sufistik.

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar