BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan, membangun Kota Banda Aceh melalui sektor pariwisata sangat memungkinkan mengingat di Ibu Kota Provinsi Aceh ini terdapat kurang lebih 77 cagar budaya yang tidak dimiliki oleh negara lain. Di antaranya Masjid Raya Baiturrahman, Peucut Kherkof, dan Kapal PLTD Apung.
Hal tersebut disampaikan Aminullah saat menjamu makan malam Tim Studi Penyusun Masterplan RTH dari Universiti Sains Malaysia beserta delagasi Dewan Rektor Indonesia dan Thailand yang tengah mengikuti konferensi internasional di Banda Aceh, Rabu, 11 Oktober 2017.
Menurutnya, fokus pembangunan Pemko Banda Aceh saat ini adalah di sektor pariwisata yang dapat memberi multiplier effect bagi sektor-sektor pembangunan lainnya. “Oleh karena itu, kami sangat senang dengan kehadiran Anda semua ke kota kami, dan berharap saat kembali ke negara atau daerah masing-masing nantinya Anda dapat menjadi duta wisata bagi Banda Aceh, katanya pada acara yang digelar di Aula Balai Kota Banda Aceh tersebut.
Banda Aceh, sambung Aminullah, juga kaya akan ragam kulinernya yang menggugah selera. Selama berada di sini, silakan datang ke restoran dan warkop di setiap sudut kota untuk menikmati mi Aceh, kopi Ulee Kareng, kuah beulangong, dan beragam kuliner lainnya. Belum sah rasanya ke Banda Aceh jika belum menikmati kulinernya, di samping seni budaya Aceh yang tentunya sudah mendunia.