BANDA ACEH - Ketua Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA), Zulfikar, menyesalkan statemen Azhari Cage yang menyebutkan adanya kepentingan pribadi penggugat terkait gugatan UU Pemilu di Mahkamah…
BANDA ACEH – Ketua Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA), Zulfikar, menyesalkan statemen Azhari Cage yang menyebutkan adanya kepentingan pribadi penggugat terkait gugatan UU Pemilu di Mahkamah Konstitusi. Zulfikar menilai statemen ini sangat tidak layak dikeluarkan oleh seorang anggota DPR Aceh.
“Kami menilai statemen Azhari Cage sangat tidak layak. Cage menusuk DPR Aceh dari belakang. Paripurna DPR Aceh memutuskan DPR Aceh menggugat ke MK secara kelembagaan. Namun Azhari mencoba mencari panggung dengan menyalahkan DPR Aceh,” ujar Zulfikar, Kamis, 19 Oktober 2017.
Menurut Zulfikar gugatan terkait UU Pemilu yang memangkas kekhususan Aceh tidak hanya dilakukan DPR Aceh. Namun juga melibatkan para pihak seperti beberapa anggota komisioner KIP dan lainnya.
“Harapan masyarakat Aceh, MK dapat mengabulkan gugatan para pihak ini. Karena gugatan ini menimbulkan semangat persatuan masyarakat Aceh. Namun dengan adanya statemen dari Azhari Cage ini justru menguntungkan pemerintahan pusat karena ada kesan bahwa masih ada perpecahan di Aceh,” kata Zulfikar.
Zulfikar meminta para pihak yang sedang menggugat UU Pemilu di MK untuk tetap fokus bekerja serta mengabaikan statemen Azhari Cage. UUPA, kata Zulfikar, adalah marwah Aceh yang diraih usai perjuangan panjang. UUPA merupakan kosensus politik usai gencatan senjata antara GAM dan RI.
“Atas dasar inilah UUPA harus dipertahankan. Semua pihak harus mendukung upaya penyelamatan UUPA. Jangan sampai, satu per satu pasal dalam UUPA dipreteli dan kita hanya diam. Akhirnya sejarah ikrar Lamteh terulang. Kalau semua pasal dalam UUPA dicabut, akhirnya tinggal cek kosong. Ini berpotensi mengulang konflik yang lebih parah di Aceh. Atas dasar pertimbangan ini, AMA mengajak semua pihak untuk mendukung upaya para pihak dari Aceh menggugat UU Pemilu di MK,” ujar Zulfikar.[]