BANDA ACEH Ketersediaan bahan baku yang sangat banyak membuat Aceh menjadi daerah yang sangat potensial untuk memajukan industri mebel dan kerajinan. Bahkan, mebel berbahan kayu dan rotan, sampai sekarang masih tetap menjadi andalan bagi kerajinan rakyat karena bahan bakunya relatif mudah dicari.
Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Kamaruddin Andalah, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada pelantikan Dewan Pengurus Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (DPD-HIMKI) Aceh, di Aula Serbaguna Setda Aceh, Kamis, 26 September 2017.
Bahkan, mebel yang terbuat dari rotan pun sangat berpeluang untuk dikembangkan, sebab produksi rotan Aceh masih cukup banyak. Setiap tahunnya Aceh mampu memproduksi hingga 250.000 ton rotan mentah. Sayangnya, 75 persen dari rotan itu diekspor ke daerah lain, khususnya ke Medan dan Cirebon, ungkap Kamaruddin.
Kamaruddin meyakini, jika sebahagian besar bahan baku tersebut diolah di Aceh, tentu akan menjadikan daerah berjuluk Serambi Mekah ini sebagai salah satu pusat pengembangan mebel dan rotan terbesar di Indonesia.
Jika Aceh menjadi salah satu daerah pengembangan mebel, tentu akan membuka lapangan kerja, yang secara bersamaan akan mengurangi angka pengangguran dan menurunkan kemiskinan, sambung Kamaruddin.
Sebagaimana diketahui, angka pengangguran di Aceh cukup tinggi, lebih dari tujuh persen atau tertinggi kedua di Sumatera. Bahkan kemiskinan Aceh adalah yang tertinggi di Sumatera. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung kehadiran HIMKI karena semakin berkembang sektor ini, maka akan menggerus angka pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan.
Berkaca dari potensi dan kondisi saat ini, Pemerintah Aceh periode 2017-2022 berencana mengembangkan misi untuk meningkatkan usaha kerajinan rakyat. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh IrwandiNova memiliki Program Aceh Kreatif.
Program Aceh Kreatif fokus pada tiga sasaran pokok, yaitu penyediaan sentra produksi berbasis sumber daya lokal yang berorientasi pada pasar nasional, memberi perlindungan bagi produk lokal agar dapat bersaing dengan produk dari luar Aceh, serta merangsang lahirnya industri-industri kreatif yang potensial di sektor jasa, ujar Kamaruddin.
Oleh karena itu, sebagai wadah berhimpunnya pengusaha mebel dan kerajinan rakyat, HIMKI Aceh diharapkan mendukung suksesnya program ini. Untuk itu Pemerintah Aceh berharap agar organisasi ini dapat terus diperkuat dan siap menjalankan program-program yang sejalan dengan misi Pemerintah Aceh.
Sebagaimana kita ketahui, usaha mebel dan kerajinan rakyat tidak bisa dipisahkan dari sektor lainnya, seperti perdagangan, pariwisata, UKM dan sebagainya. Oleh sebab itu, usaha ini perlu kita tingkatkan agar mampu memberikan multplier effect bagi pergerakan ekonomi rakyat, tambah Kamaruddin.
SDM, Jangkauan Pasar dan Dukungan fasilitas
Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin juga memaparkan, bahwa untuk memajukan usaha mebel dan kerajinan rakyat, setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu terkait Sumber Daya Manusia, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan inovasi dalam menghasilkan karya-karya kreatif sesuai kebutuhan pasar.