Hafizah, balita berusia 5,5 tahun ini hanya terdiam dengan tatapan menyapu seluruh ruangan sempit ruang tamu rumahnya.
Putri dari pasangan Sutris (40) dan Nurhanifah (35), warga Desa Lhok Awe-awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Aceh, ini diketahui menderita tumor ganas sejak 1,5 tahun silam.
Berasal dari keluarga miskin dengan jumlah anak tujuh orang, Sutris sudah mengupayakan pengobatan hingga menyelesaikan delapan kali kemoterapi di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUA) di Banda Aceh.
Ibu Hafizah kepada Kompas.com, Jumat (15/4/2016), mengatakan, sebelumnya tak ada tanda-tanda putri kelimanya itu menderita penyakit parah. Tak pernah ada keluhan dari sang putri membuat Nurhanifah tak memiliki kekhawatiran berlebih melihat pertumbuhan sang putri yang berbeda dari anak seusianya.
Baru saat umur empat tahun saya melihat ada benjolan di lehernya. Dia sempat demam dan kami larikan ke rumah sakit, baru ketahuan bahwa ia menderita penyakit tumor ganas itu, jelas Nurhanifah seraya mengelus kepala sang putri yang sudah tak berambut itu.
Setelah putrinya divonis tumor ganas, Nurhanifah dan Sutris segera mengupayakan pengobatan kendati tersendat masalah biaya. Terutama untuk ongkos dan bekal di rumah sakit. Sementara untuk biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS dan sebuah lembaga amal khusus penderita kanker.