SEPERTINYA DPRA kembali membuat blunder. Kesannya mereka selalu mengedepankan kekuasaan, sehingga akal sehat tidak bekerja dengan baik. Masih ingat beberapa waktu lalu? DPRA sampai melakukan dua kali paripurna untuk melengserkan Sulaiman Abda. Hasilnya boh itek kom.
Belakangan di Musda Golkar, nama Sulaiman Abda direhabilitasi. Partai tak jadi memecatnya. Tapi DPRA sudah seperti pepatah gob meuprang tanyoe dong keu panglima. Bagaimana kewibawaan lembaga ini setelah kejadian itu? Apa makna dua kali paripurna itu? Apa nilai positif dari ngotot-nya mayoritas dewan selain nama buruk dan kekonyolan?
Pascahal itu, DPRA benar-benar terdegradasi di mata publik. Banyak hal yang menjadi tugas pokok mereka abaikan. Kenapa mereka tidak berani mengawasi kerja eksekutif Aceh? Mengapa mereka buta ketika Pemerintah Aceh sesuka hatinya gonta ganti pejabat? Mengapa dewan tidak sekadar mengajukan hak bertanya? Apakah takut beukah eumpang sira? Takut tidak diakomodir kepentingannya di SKPA?
Apakah bukan tugas DPRA menjaga jalannya pemerintah? Apakah selama ini buruknya kinerja Pemerintah Aceh tidak menjadi tanggung jawab mereka? Atau memang mereka cina saboh geudong dalam kasus ini. Artinya mereka bagian integral kegagalan pemerintah ini?
DPRA makin aneh saja. Setelah tindakan konyol PAW Sulaiman Abda, kini mereka kembali menciptakan blunder baru. Tiba-tiba saja mereka ingin menghambat hak demokrasi orang lain untuk mencalonkan diri di pilkada. Jelas ini kerja konyol. Usulan peusak hob. Kenapa begitu? Sebab qanun yang mereka buat itu harus mendapat pengesahan dua jenjang lagi, yaitu ditandatangani gubernur dan disahkan oleh Mendagri.
Apa DPRA sudah tidak bisa berpikir waras dalam hal ini? Bila berpikir waras tentu mereka mempertimbangkan dua faktor ini. Buat apa bersusah payah membuat qanun baru kalau kemudian mentok di gubernur atau Mendagri.
Logikanya, gubernur sekarang akan maju melalui jalur independen dalam pilkada ke depan. Hanya orang gila yang akan berpikir gubernur setuju dengan persyaratan baru memperketat calon independen.