BANDA ACEH Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Marzuki Daham, mengatakan faktor keamanan sangatlah penting dalam mengelola Migas Aceh. Dia mengatakan tidak akan ada investor yang berinvestasi di sektor Migas jika Aceh tidak aman.
Faktor keamanan dan kedewasaan kita sangat penting dalam menjalankan sektor Migas ini karena investor tidak akan datang jika keadaan Aceh tidak aman, kata Kepala BPMA yang baru dilantik Menteri ESDM di Jakarta, Senin, 11 April 2016.
Marzuki kepada portalsatu.com mengibaratkan persoalan minyak di Aceh layaknya ikan di laut. Artinya tidak ada yang berani mengatakan tidak ada ikan di laut yang sangat luas. Ia juga mencontohkan nelayan sebagai investor dan ikan sebagai Migas.
Kalau tentang potensi nggak ada yang berani bilang di laut nggak ada ikan, tapi pertanyaannya ada tidak nelayan yang masih mau mencari ikan. Begitu juga dengan Migas Aceh, masih adakah perusahaan yang mencari Migas di Aceh, katanya.
Sebagai Kepala BPMA yang baru dilantik, Marzuki mengaku akan melakukan berbagai hal untuk membenahi sektor Migas yang ada di Aceh. Bagi Marzuki, jabatan tersebut merupakan tanggung jawab yang besar.
Sebelumnya persoalan Migas Aceh di bawah SKK Migas, dan tugas utama sekarang adalah memastikan semua kegiatan yang sudah berjalan tetap berjalan, kata dia.