TERKINI
BUDAYA

Yuhaya, Atlet Anggar Perempuan yang Menguasai Pedang Degen

Aya pertama kali ikut kejuaraan daerah cabang olahraga anggar di Hotel Lido Graha pada 2009 lalu

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

ATLET anggar asal Aceh Utara ini bernama Yuhaya. Ia mahasiswi Jurusan Teknik Informatika di Politeknik Negeri Lhokseumawe. Gadis yang akrab disapa Aya ini bergelut di dunia anggar sejak menduduki bangku SMP kelas tiga. 

“Awalnya hanya iseng, karena sore hari tidak ada kegiatan, setelah masuk anggar ternyata saya tertarik mendalami dunia anggar ini karena juga ada dukungan dari pelatih,” kata Aya via BBM ke portalsatu.com, Jumat, 23 Oktober 2015 lalu. 

Dalam klub anggar Aceh Utara, anak pertama dari lima bersaudara ini memegang pedang degen. Biasanya degen dimainkan oleh laki-laki karena ukuran pedangnya lebih besar dari foil dan floret. 

Aya pertama kali ikut kejuaraan daerah cabang olahraga anggar di Hotel Lido Graha pada 2009 lalu. “Saat itu cuma masuk delapan besar,” ujar gadis kelahiran 13 November 1994 ini.

November di tahun yang sama, Aya menjadi finalis kejuaraan nasional di Jakarta. Dia juga memperoleh dua medali perak individu pada kejuaraan antar provinsi di Gedung Olahraga (GOR) KONI Banda Aceh.

“Setelah beberapa minggu ikut kejuaraan antar provinsi, saya ikut kejuaraan di Filipina dan masuk 28 besar. Hal ini dikarenakan banyaknya peserta yang ikut antar negara,” kata anak dari pasangan Khairul Muslim, SE, M.Si dan Ir. Murni ini.

Selain itu, Aya kembali meraih perunggu pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA). Karena prestasi yang diraihnya itu, membuat Aya terus melanjutkan bakatnya mengikuti kejuaraan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Tetapi saat itu saya masuk 16 besar karena atlet daerah lain sangat fokus terhadap latihan. Sementara pelatih saya tetap mengharuskan kami fokus sekolah,” kata penyandang IPK 3,91 ini.

Meskipun gagal, tak pernah pudar semangatnya meraih prestasi, terutama anggar. Ia kembali mengikuti kejuaraan antar provinsi di Aceh dan berhasil memperoleh satu medali perak di nomor degen kadet perorangan pada 2013. Ini merupakan kejuaraan Pra PORDA yang digelar di auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe.

“Saya mendapatkan medali emas di nomor perorangan degen junior putri dan medali perak di nomor beregu degen putri. Dalam kemenangan ini saya mendapatkan tiket sebagai peserta kejuaraan PORA di Idi pada 2014, tetapi saya hanya mendapatkan medali perunggu di nomor beregu degen putri,” katanya. 

Keberhasilan tersebut membuat Aya kemudian “pensiun” sementara mengikuti kejuaraan anggar. Pasalnya jadwal kuliahnya semakin padat. Dia sesekali datang ke Hall Anggar Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe untuk menghabiskan waktu luang.[](Zah)

Laporan: Maisarah

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar