BANDA ACEH – Bakal calon Gubernur Aceh yang ikut disurvei Partai Demokrat Aceh, Dr. Ahmad Farhan Hamid mengatakan, partai politik yang melakukan penjaringan harus ketat dalam menyeleksi pejabat publik, tidak cukup hanya karena popularitas semata.
“Itu harus ketat, karena penjaringan yang sembarangan dapat membahayakan, karena persis seperti yang terjadi pada bupati Ogan Ilir, kader PDIP Damayanti, dan kasus DPRD DKI. Itu karena tidak ketat menjaring kader yang menjadi pejabat publik,” kata Farhan Hamid saat mengembalikan formulir survei Partai Demokrat di gedung Demokrat Aceh, Lhueng Bata, Banda Aceh, Sabtu 2 April 2016.
Menurut Farhan, menjaring calon pejabat publik tidak cukup hanya karena popularitas, tetapi juga harus ada kualitas supaya rakyat menemukan pemimpin yang baik dan sesuai harapan.