BANDA ACEH – Meninggalnya Suryani dan bayinya, warga Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, menambah panjang jumlah kematian ibu dan bayi di Aceh. Dia dilaporkan sempat terkatung-katung di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Banda Aceh, saat hendak bersalin sebelum dirujuk ke RSUZA dan meninggal dunia.
Muslim, 47 tahun, suami Suryani, mengaku terpukul dengan kejadian tersebut. Dijumpai di kediamannya di Gampong Lambate, Kamis, 31 Maret 2016, pria ini terlihat meneteskan air mata. Dia menceritakan bagaimana perjalanannya mengantarkan sang istri ke RSIA hingga meninggal dunia di RSUZA.
Muslim mengisahkan, Suryani mengalami kontraksi sekitar pukul 05.00 WIB. Dia kemudian bergegas salat Subuh dan langsung menuju ke RSIA, mengingat sang istri sudah masuk waktu melahirkan. Di RSIA, Muslim langsung melengkapi segala administrasi sesuai prosedur yang berlaku. Namun dia mengatakan Suryani tidak mendapatkan perlakuan medis selayaknya orang yang hendak melahirkan.
Sejak pukul 06:00 hingga 13:00, tidak satupun dokter yang tampak saat itu. Malah perawat seperti tidak menggubris istri saya, yang mendampingi istri saya hanyalah SPK (perawat magang),” katanya.
Muslim cemas melihat sang istri meronta-ronta kesakitan. Pihak keluarga pun mendesak agar Suryani menjalani operasi cesar secepatnya. Muslim kemudian mempertanyakan hal tersebut kepada salah satu bidan yang ada di rumah sakit plat merah ini.
“Bu dokter mana?” tanya Muslim. Namun bidan tersebut menjawab, “untuk apa dokter?
Muslim kemudian menceritakan kondisi istrinya yang kesakitan di ruang perawatan. Dia juga menyebutkan telah berunding dengan keluarga agar Suryani menjalani operasi caesar. Namun bukannya melayani keluhan, bidan tersebut malah menjawab, “dokter itu tidak mudah untuk dihubungi. Pak, kami yang memutuskan pasien kami itu dioperasi atau tidak. Kita kerja sudah ada prosedur. Kami yang lebih tahu.”
Hingga pukul 19:00 WIB, Suryani belum mendapat tindakan medis apa-apa. Hingga akhirnya Muslim merujuk Suryani ke RSUZA. Di rumah sakit umum tersebut, Suryani langsung mendapat tindakan medis. Dia dioperasi. Sementara Muslim menunggu di luar kamar operasi dengan rasa was-was menggelayut di pikirannya.