LHOKSEUMAWE-  Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe dan Aceh Utara, Safridas, menilai Pemerintah Kota  Lhokseumawe selalu dibayangi kelompok tertentu dalam penentuan pengerjaan proyek APBK. Setiap proyek yang diserahkan kepada orang-orang tersebut akhirnya terbengkalai dan bangunannya tidak difungsikan karena tidak berkompeten.

“Proyek dijadikan lahan cari uang bukan tempat pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, akhirnya apa? Ya, terjadi seperti yang kita lihat pembangunan menjadi terhambat,” kata Safridas menjawab portalsatu.com, Sabtu, 26 Maret 2016 sore.

Dia menilai ketidakterbukaan pengumuman proyek APBK 2016 di Lhokseumawe juga dipicu oleh orang-orang, yang disebutnya tidak jelas.

Kiban cara transparan yang mengatur mantong ureng-ureung di belakang layar pihak terkait. Pasti jih hanjeut transparan karena dana le yang jeut dana siluman meunyo ipeuboco gadoh posisi ka tente,” kata Safridas.[](bna)