LHOKSEUMAWE Setelah sekian lama dibangun, bangunan yang direncanakan menjadi pasar modern Kota Lhokseuamawe kini diduga menjadi sarang maksiat. Pasalnya, bangunan terletak di kawasan Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, itu tidak difungsikan alias terbengkalai. Di hampir setiap sudut ruangan dalam bangunan dua lantai tersebut tampak alat isap sabu (bong).
Amatan portalsatu.com, Sabtu, 26 Maret 2016, di antara bangunan megah itu sudah banyak yang rusak. Bangunan tersebut berada di Jalan Pasar Sayur, Pusong, yang menghubungkan antara bangunan pasar lama dengan bangunan baru. Ada puluhan ruangan yang diperkirakan seluas 2 x 2 meter, baik di lantai dasar maupun lantai dua.
Jika bergerak dari Lapangan KP3, kemudian masuk ke Jalan Pasar Sayur, hanya terlihat belasan pintu bangunan yang difungsikan (arah depan). Sedangkan sebelah kiri, kanan, belakang dan lantai atas kosong tanpa penghuni.
Selanjutnya, terlihat juga kaca jendela sudah pecah dan plafonnya rusak. Sementara dinding bangunan penuh coretan, dan juga dipenuhi botol air mineral dengan posisi tutupannya ada sedotan beserta korek api, biasa disebut bong .
Di ruangan lantai atas yang cukup lebar, kini dijadikan tempat bermain bola oleh anak-anak dari seputaran pasar tersebut.
Nurdin, salah seorang warga diwawancara portalsatu.com di lokasi itu, Sabtu, 26 Maret 2016, menyebutkan, bangunan tersebut sudah lama terbengkalai. Hanya beberapa pintu saja setelah disewakan oleh pedagang di lantai dasar yang difungsikan.
Sang kana meu limong thon teudong pasai nyoe. Leuh jipeuget sampoe jinoe hana difungsikan pih. Na uroe nyan diuji coba cuma hana trep sebab hana ureng yang jak meubloe u ateuh nyan, ujar Nurdin dengan aksen Aceh yang renyah.
Nurdin menilai perencanaan yang dibuat Pemko Lhokseumawe terhadap bangunan tersebut tidak tepat. Kata dia, bangunan pasar dengan model dua tingkat tersebut sulit diminati oleh masyarakat. Nyoe keun ka sayang teuh, peng ka-abeh atra nyan hana meuguna, pungkasnya.
Lantaran sudah lama terbengkalai, bangunan tersebut kini disalahgunakan oleh pihak tertentu menjadi sarang maksiat. Salah satu indikasi kuat terkait dugaan itu dengan ditemukannya alat pengisap sabu di tempat tersebut.