Bahasa Indonesia yang kita pakai sekarang telah melewati perjalanan panjang yang berliku. Dalam perkembangannya, bahasa yang asalnya dari bahasa Melayu ini memungut kosakata dari bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing.
Kosakata yang dipungut itu telah menjadi sepenuhnya milik bahasa Indonesia sehingga pengguna bahasa Indonesia generasi berikutnya tidak tahu bahwa kata yang digunakannya berasal dari bahasa lain. Mari kita lihat beberapa kata yang sebenarnya bukan asli kosakata bahasa Indonesia.
Pertama, akhiran wan. Imbuhan ini sering dipakai pada kata seperti hartawan, dermawan, karyawan. Akhiran ini pada mulanya mengandung arti kaya akan, yang ber… Jadi, hartawan adalah orang yang berharta, dermawan berarti orang yang bederma, dan karyawan adalah orang yang berkarya. Akhiran yang sering dipakai ini sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta.
Kedua, bahagian. Kata ini juga berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu bhaga. Prosesnya, dari kata bhaga terbentuk bhagi, bhagi,bahagi, lalu bahagian, yang bermakna potongan, perolehan, andil, warisan, atau pusaka.
Ketiga, insting. Kata ini juga jangan dikira asal milik bahasa Indonesia. Ini adalah kata yang diambil dari bahasa Belanda instinct dengan mengalami penyesuaian ejaan. Kata yang sama artinya adalah naluri atau garisah, kecenderungan bawaan mengadakan reaksi terhadap rangsangan tanpa melibatkan akal. Kata insting biasanya digunakan pada binatang, sedangkan naluri atau garisah dipakai untuk manusia.