Hulk Hogan memenangkan gugatan senilai $115 juta atau sekitar Rp 1,5 trilliun setelah situs gosip Gawker mempublikasikan sebuah rekaman video seks mantan pegulat profesional itu.
Tim kuasa hukum Hogan menyatakan situs yang berbasis di New York itu telah melanggar privasi dan video itu tidak layak dijadikan berita.
Video hubungan seks Hogan dengan istri temannya direkam secara sembunyi-sembunyi dan diunggah situs Gawker pada 2012.
Kuasa hukum situs Gawker mengatakan konsep kebebasan pers sangat penting untuk dijunjung tinggi, meski para juri mungkin menemukan situs ini melakukan tindakan yang tidak disukai.
Sementara kuasa hukum Hogan mengatakan Gawker tidak menghubungi dia atau perempuan dalam video itu sebelum mempublikasikan rekaman itu.
“Ini bukan hanya kemenangannya pada hari ini, tetapi juga orang lain yang menjadi korban oleh jurnalisme tabloid,” jelas David Houston, kuasa hukum Hogan, diluar pengadilan.
Gawker, yang dikenal agresif dalam memberitakan selebritis menyebutkan kehidupan pribadi Hogan layak menjadi berita karena dia membuatnya menjadi bagian dari sorotan publik.