ACEH UTARA Sebanyak 13 tokoh masyarakat dari Desa Blang Cut, Lhok Cut, Kubu dan Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, mengadu ke DPRK setempat, Kamis, 22 Oktober 2015. Dalam pertemuan dengan dewan, perwakilan tokoh masyarakat itu minta pemerintah menyelesaikan perselisihan pembangunan bendungan Alue Gereutuet, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen yang kini bergeser ke Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Jamaluddin, salah seorang tokoh masyarakat, di hadapan pimpinan dewan dan Kepala Dinas Pengairan dan ESDM Aceh Utara Mawardi, meminta Pemerintah Aceh Utara harus tegas dalam menindaklanjuti permasalahan yang terjadi saat ini.
Jika bendungan itu terus dibangun, kata dia, Dinas Pengairan Provinsi Aceh dan Dinas Pengairan Kabupaten Aceh Utara harus melihat dampak negatif terhadap debit air yang nantinya semakin menipis di empat Desa tersebut. Sebab, menurut Jamaluddin, bendungan ini direncakan untuk keperluan irigasi di Kecamatan Makmur, Bireuen, yang dibangun melalui dana APBA.
Jamaluddin menceritakan, awalnya bendungan tersebut direncanakan dibangun di kawasan Alue Geureutuet, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireun. Namun kemudian pembangunannya bergeser ke wilayah Desa gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.