MUHAMMAD Ihsan, mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas MIPA Unsyiah, telah mengukir sederet prestasi. Di antaranya, juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga merebut medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Saat masih siswa MIN Lambhuk, Banda Aceh, Ihsan sering mengikuti cerdas cermat tentang ilmu agama. Kegiatan itu mendapat dukungan ayahnya, Abdullah Kaoy yang merupakan imam masjid. Prestasi bidang agama terus berlanjut ketika Ihsan masuk Pesantren Darul Ulum (masa SMP) hingga menjadi mahasiswa Unsyiah, Banda Aceh.
Masa awal kuliah, semester tiga, Ihsan meraih juara I Tahfidzul Quran, juara II Fahmil Quran, dan juara III Tartil Quran MTQ Mahasiswa se-Unsyiah.
Lantas, mengapa memilih Jurusan Kimia? Ihsan mengaku ketertarikannya terhadap ilmu kimia sejak masih siswa kelas dua SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh. Ketika itu, hasil penelitian Ihsan tentang pemanfaatan ubi janeng (gadung beracun) mengantarkan terpilih mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
Ketika kuliah di Jurusan Kimia FMIPA Unsyiah, Ihsan lebih maksimal menekuni penelitian bidang kima. Hasilnya, Ihsan bersama dua rekannya, Muhammad Iqhramullah dan Shabrina yang tergabung dalam tim Science Project Unsyiah berhasil merebut medali emas OSN Pertamina tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia tahun 2014.
Tim Science Project Unsyiah diketuai Ihsan membuat penelitian tentang bioetanol padatyang dihasilkan dari pengolahan ubi janeng (gadung beracun)sebagai energi terbarukan. Menurut Ihsan, bioetanol itu menjadi pengganti bahan bakar minyak tanah.
Ihsan yang merupakan putra bungsu dari tiga bersaudara juga memenangkan penelitiannya tentang kol yang mengandung asam laktat sebagai pengawet ikan. Kata dia, pembuatannya dengan cara fermentasi dan menghasilkan asam laktat. Hasil penelitian itu menang dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Saya suka berusaha di atas rata-rata, karena saya mencintai sesuatu yang lebih. Misalnya, orang bekerja lima jam, saya akan bekerja delapan jam. Saat saya ingin aktif, saya harus mengorbankan waktu tidur saya, kata Ihsan sambil tersenyum saat ditemui portalsatu.com, beberapa hari lalu.