BANDA ACEH – Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh tidak menerima sumbangan internasional yang terkumpul sekitar dua miliar dolar AS setelah bencana tsunami terjadi 26 Desember tahun 2004 lalu.
“Dulu dikumpulkan oleh Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto. Badan tersebut telah dibubarkan dan uang semua ada di Kementerian Keuangan pemerintah pusat. Kami tak menerima uang sumbangan internasional tersebut,” kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah khusus kepada Tribunnews.com, Rabu (9/3/2016).
Pemda Aceh mempercayakan kepada pemerintah pusat apabila memang mau membantu membangun pemda Aceh terutama daerah yang terkena bencana tsunami.
“Masih banyak yang harus dibangun di Aceh terutama infrastruktur seperti jalan raya, waduk, kereta api, listrik dan sebagainya. Kini apabila ada sumbangan internasional misalnya dari Jepang, langsung masuk ke Aceh dan diterima Aceh dengan tangan terbuka. Sumbangan internasional semua saat ini langsung masuk ke Aceh, mereka bantu semua pembangunan di Aceh,” tambahnya.
Saat ini ada satu waduk yang sedang dibangun di Aceh dari tiga waduk besar yang direncanakan.