SUBULUSSALAM – Imam Masjid Assilmi Subulussalam, Ust.Sabaruddin menyebutkan, eski sama sama dua rakaat, salat gerhana, tidak sama dengan shalat Ied Idul Fitri dan Idul Adha.
“Shalat Ied dilakukan pada saat hati sedang gembira. Sedangkan shalat gerhana dilakukan dikala hati sedang ketakutan,” katanya.
Makanya, kata dia, pada saat hendak shalat, dari segi tampilan pun tidak dianjurkan memakai pakaian yang cerah ceria. Jamaah datang dengan wajah yang tunduk dan khusuk lalu memohon perlindungan dari Allah.
Shalat gerhana dilakukan dua rakaat. Dalam tiap rakaat disertai dengan dua rukuk, dua kali membaca Al Fatihah dan dua kali membaca surat. Jadi totalnya adalah, shalat gerhana dilakukan dengan empat rukuk, empat kali membaca Al Fatiah dan empat kali membaca surat. Dan setelah shalat disunatkan mendengarkan khutbah, katanya.
Ia mengatakan, fenomena gerhana bisa jadi sebagai pertanda awal datangnya hari kiamat. Karena hilangnya cahaya dari matahari atau bulan. Dalam kondisi ketakutan ini, setiap manusia dianjurkan untuk melakukan shalat sunah dua rakaat.