BANDA ACEH – Aceh Branding Institute (ABI) merilis hasil survei terhadap elektabilitas sejumlah kandidat yang menurut persepsi publik akan maju sebagai gubernur, bupati dan wali kota dalam pilkada serentak 2017 di Aceh.
Survei ini berdasarkan seberapa banyak pemilih yang mengenal kandidat dan bagaimana karakteristik pemilih. Termasuk, wilayah, jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, afiliasi politik dan sebagainya, ujar Muhammad Firdaus, Direktur Eksekutif ABI melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Minggu, 6 Maret 2016.
Fidaus menjelaskan, dari hasil survei ABI, baik untuk untuk kandidat gubernur maupun bupati dan wali kota, pertimbangan pemilih untuk menentukan calon terletak pada track record atau jejak rekam para kaniddat, kompetensi, pengalaman, latar belakang profesi, popularitas, dukungan dari struktur politik, tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan.
Ia menyebut survei dilakukan melalui metodelogi multistage random sampling. Survei dilakukan terhadap 1.100 sampai 1.700 responden untuk tingkat calon bupati/wali kota. Sedangkan untuk level kandidat gubernur kita meng-interview 3.462 responden, ujar Firdaus.
Firdaus menambahkan, wawancara dilakukan dengan tatap muka kepada responden menggunakan kuesioner yang risetnya dalam kurun waktu 16 hingga 29 Februari 2016.
Menurut data yang kita peroleh, persaingan untuk tiga besar calon gubernur cukup menarik dan sengit. Meskipun Muzakkir Manaf unggul dengan elektabilitas 28%, namun disusul ketat oleh Irwandi Yusuf dengan persentase 25% dan Tarmizi Karim 20%. Sementara incumbent Zaini Abdullah berada di posisi keempat dengan perolehan 17%. Untuk persentase kandidat calon gubernur lainnya berada di bawah 10%, kata Firdaus.
Adapun hasil survei elektabilitas tiga besar calon bupati dan wali kota di beberapa kabupaten dan kota di Aceh, berikut data persentasenya:
Sabang: Nazaruddin 28%, Zulkifli M.Adam 21%, T. Syahreza 16%
Banda Aceh: Teuku Irwan Djohan 29%, Illiza Saaduddin Djamal 22%, Aminullah Usman 19%.