Turki Utsmani menjadi salah satu dinasti yang menghidupkan kembali pengaruh politik Islam di kancah perpolitikan dunia. Dinasti ini dikenal sebagai imperium Islam yang wilayah kekuasaannya membentang dari Eropa Timur, Timur Tengah, hingga Afrika Utara.
Selain dikenal maju di bidang militer, Turki Utsmani juga tersohor dengan keunikan dan keistimewaan di bidang arsitektur. Pada masa kejayaannya, banyak bangunan-bangunan megah dengan arsitektur menawan, mulai dari istana, sekolah, rumah sakit, pasar, dan fasilitas umum lainnya.
Di antara masjid warisan Turki Utsmani yang terkenal megah adalah Masjid Sultan Muhammad al-Fath, Masjid Biru, dan Masjid Raya Sulaiman. Sementara, istananya adalah Istana Dolmabahce, Istana Tokpai, dan Istana Yilidiz. Berikut ini ulasan tentang istana-istana megah peninggalan Turki Utsmani:
Istana Dolmabyahche
Nama Dolmabýahche diambil dari dua suku kata “dolma” yang artinya penuh, dan “bahce” yang berarti taman. Istana ini dibangun oleh Sultan Abdul Majid I untuk menggantikan Istana Topkapi yang dianggap sudah tidak memadai dan kurang mewah sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan.
Dari beberapa istana yang ada di Istanbul, bahkan di seluruh Turki, istana yang dibangun pada rentan waktu 1839-1861 ini merupakan yang terbesar karena berdiri di bawah lahan seluas 45 ribu meter persegi. Dana yang dikeluarkan untuk membangun istana ini tidak sedikit, yakni sekitar lima juta pound emas Utsmana, setara dengan 35 ton emas.
Hiasan Kaligrafi Istana Topkapi