BANDA ACEH – Banda Aceh sebagai ibukota Aceh Darussalam telah berdiri sejak abad ke-14. Kota yang kemudian menjadi pusat pemerintahan Aceh ini mulai bersalin rupa menjadi kota modern di negara berkembang. Salah satu syarat perkembangan kota adalah memiliki jalur transportasi yang layak semisal jembatan.
Di Banda Aceh, terdapat sejumlah jembatan yang saban hari dipergunakan oleh warga. Sebut saja diantaranya Jembatan Pante Pirak yang menghubungkan bagian utara dan selatan Kota Banda Aceh. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) tahun 2010, jembatan yang melintasi Krueng Aceh ini memiliki panjang 102,5 meter. Jembatan ini sudah dibangun sejak masa Belanda menguasai Kutaraja (sebutan Belanda untuk Banda Aceh).
Selain itu, Banda Aceh juga memiliki jembatan Surabaya yang berada di Jalan Teungku Cik Ditiro. Jembatan ini dibangun pada tahun 1991 dan pernah direnovasi pada tahun 2000. Teranyar, jembatan sepanjang 90 meter dengan lebar 6 meter ini, bakal diubah menjadi jembatan fly over sepanjang 881 meter.
Jembatan lainnya yang berada di Banda Aceh adalah jembatan Peunayong. Jembatan ini berada di jalan WR Supratman yang juga melintasi Krueng Aceh. Berdasarkan penelusuran portalsatu.com, jembatan ini diketahui sudah ada sejak tahun 1874.
Selanjutnya jembatan Krueng Cut yang memiliki panjang 180 meter dengan lebar 6 meter. Berdasarkan data Dinas PU menyebutkan jembatan ini dibangun pada tahun 1990 untuk menghubungkan Kota Banda Aceh menuju Krueng Raya, Aceh Besar. Jembatan Krueng Cut ini akan dibangun sepanjang 310 meter dalam proyek Multi Years bersumber APBN 2015-2017.