BANDA ACEH – Tanggal 14 Februari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
Itulah hari Valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang, walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari making love.
Perayaan Hari Kasih Sayang atau biasa disebut Valentine Day yang dirayakan setiap 14 Februari mendapat kecaman keras dari Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN Aceh).
Ketua DPW BM PAN Aceh Teuku Hafid Hasan, SE di dampingi Sekretarisnya Musriadi Aswad mengungkapkan Valentines Day adalah budaya orang kufur yang tidak layak dirayakan oleh Kaum Muslimin. Momen Vday sering dijadikan legitimasi bagi pasangan muda mudi untuk bermaksiat dan melakukan perzinahan.
Hari kasih sayangnya kaum muslimin adalah setiap hari, bahkan setiap saat, bukan di tanggal 14 Februari saja, pungkas Musriadi Aswad.