JAKARTA Setelah sempat menghilang, rencana pembangunan Kilang Bahan Bakar Minyak (BBM) Arun, Lhokseumawe, kini kembali mencuat. Kali ini, rencana tersebut disampaikan Menteri ESDM Sudirman Said.
Dikutip dari detik.com, Selasa, 9 Februari 2016, Menko Perekonomian Darmin Nasution pagi tadi menggelar rapat koordinasi, membahas perkembangan rencana pembangunan kilang. Ada tiga lokasi yang tengah dikaji, yakni Bontang, Kalimantan Timur dan Tuban, Jawa Timur, serta Arun di Lhokseumawe, Aceh.
Hadir dalam rapat ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Dirjen Migas Kementerian ESDM Wiratmaja, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, serta Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan.
Sebelumnya dalam paket kebijakan ekonomi jilid VIII, sudah diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) pembangunan kilang. Salah satu keputusannya adalah membuka peluang swasta untuk berinvestasi, di samping juga bisa bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero).
Dalam rapat yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, diputuskan pembangunan kilang di Bontang dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah swasta atau public private partnership (PPP). Pertamina ditetapkan sebagai penanggung jawab.
“Keputusan paling penting bahwa pembangunan kilang yang sekarang diarahkan ke Bontang dilaksanakan dalam skema KPS, Pertamina ditetapkan sebagai penanggung jawab proyek. Kan jadi proyek kilang besar kedua setelah Tuban,” ungkap Sudirman, usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip detik.com.
Sedangkan proyek kilang di Tuban tetap berjalan. Sudirman menyampaikan, sudah ada lima investor yang berminat. Dalam waktu dekat akan diputuskan pemenang lelang.