Oleh Teuku Zulkhairi, MA
Terkait ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) membawa misi kesesatan karena dalam ajarannya menggabungkan berbagai ajaran agama di dunia. Kita berharap peran ekstra lembaga pendidikandi Aceh untuk melakukan penguatan akidah kepada para peserta didik. Baik di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi umum dan Islam. Jika penguatan akidah berlangsung secara baik di lembaga pendidikan, insya Allah tidak ada peserta didik atau alumnusnya yang terpengaruh paham Gafatar.
Sejauh analisa kami, keyakinan pengikut Gafatar tentang kebenaran semua agama ini lahir dari teori relativitas kebenaran yang dikembangkan salah satunya oleh kaum pluralis dengan Jaringan Islam Liberalnya, serta gerakan Freemason lainnya yang ingin merusak semua agama-agama dunia. Teori relativitas ini mengajarkan bahwa semua agama adalah benar, Islam benar, Yahudi benar, Kristen benar, semua benar, tidak ada yang salah.
Dan teori relativitas kebenaran ini kalau kita mau jujur hanyalah teori yang ujung-ujungnya adalah untuk persiapan menyambut keluarnya Dajjal di akhir zaman, seperti yang dijelaskan dalam banyak hadis kuat.
Ujung dari teori relativitas kebenaran adalah munculnya keragu-raguan terhadap kebenaran ajaran Islam hingga pada deklarasi keluar (murtad) dari Islam, yang salah satu bukti terbaru yang kita lihat adalah keberanian pengikut Gafatar untuk berterus terang bahwa mereka telah keluar dari ajaran Islam. Pengakuan ini tentu saja lahir dari keragu-raguan panjang yang sistematis di bawah pengaruh teori relativitas kebenaran yang dalam konteks lain oleh kaum pluralis dan jaringan Islam liberal disebut dengan istilah pluralisme agama.
Bedanya, Gafatar telah langsung action di lapangan membangun gerakan besar serta memutuskan telah keluar dari Islam, sedangkan Jaringan Islam Liberal (JIL) hanya dapur ideologi tersebut dimana para pengusung paham Islam Liberal ini tetap mau disebut sebagai Islam. Bukti terhadap hal ini misalnya kita bisa lihat dari ideologi para penyokong JIL ini di website mereka (yang sudah disamarkan beberapa waktu lalu) serta sejumlah buku-buku mereka yang bisa kita baca.
Jadi, Gafatar sudah melangkah ke tujuan dengan menjadi pelaku di lapangan, sementara JIL hanya provokator pemikiran yang mempengaruhi orang lain untuk meyakini semua agama benar.
Bahkan, lebih lanjut, sebenarnya paham kebenaran semua agama seperti ini penuh dengan propaganda Dajjal yang dalam banyak hadis Nabi Muhammad Saw disebut bahwa keluarnya dajjal akan menjadi fitnah (tantangan/cobaan) paling besar bagi umat Islam di akhir zaman. Penggabungan semua agama ini adalah upaya sistematis untuk pada akhirnya mengakui dajjal sebagai tuhan, meskipun para pengikutnya tidak atau belum paham. Diceritakan dalam banyak hadis, bahwa Dajjal di akhir zaman pasca kemunculannya akan menasbihkan dirinya sebagai tuhan.