BANDA ACEH – Para alumnus Sekolah Hamzah Fansuri (SHF) dari kelas Sastra dan Perkabaran dan Bicara di Depan Umum (Public Speaking), membentuk komunitas alumnus dalam rapat di Lampineung, Banda Aceh, 3 Februari 2016.
Pimpinan rapat, Syukri Isa Bluka Teubai, mengatakan, rapat berlangsung sengit dan sempat tegang dalam beberapa jam, dimulai setelah Isya sampai tengah malam.
Pembicaraan seru dan lama. Para peserta mengajukan pendapat masing-masing, yang terbaik secara umum diambil. Setelah beberapa jam, kami memutuskan, nama organisasi ini ialah Alumnus Sekolah Hamzah Fansuri, disingkat sebagai ASHaF, kata Syukri, yang merupakan peserta Kelas Sastra dan Perkabaran SHF, angkatan II 2015.
Syukri mengatakan, setelah pembicaraan lama pula, terpilihlah Adi Saputra, dari kelas Bicara di Depan Umum (Public Speaking), sebagai Ketua ASHaF untuk periode pertama. Sekretaris terpilih Teuku Mukhlis, dan bendahara Evan. Masa menjabat, akan dimusyawarahkan ulang. Peserta yang hadir, kata Syukri Isa Bluka Teubai, selain dirinya ada Adi Saputra, Evan Saputra, M Zulkausar Barazy, Muhammad Reza, Muhajir, Teuku Mukhlis.
Perdebatan juga sempat terjadi saat membicarakan kegiatan pertama yang akan dilakukan. Namun akhirnya disepakati, acara bulanan akan dibuat dengan tema resmi Dialog Fansuri. Dialog ini akan menghadirkan penulis, orator, atau tokoh intelektual di berbagai bidang lainnya, dan membedah tulisan atau pidato, kata penyair ini.
Syukri mengatakan, waktu, tempat dan siapa yang akan diundang, dibicarakan setelah Kemah Sastra Hamzah Fansuri, yang direncanakan di Pulo Aceh pada 20-23 Februari 2016.