BANDA ACEH – Ketua Partai Aceh (PA) Aceh Besar, Saifuddin Yahya, diinformasikan bakal dicalonkan sebagai bupati pada pemilihan kepala daerah 2017 mendatang. Isu pencalonan ini berkembang dari kalangan bawah yang menilainya cocok memangku jabatan tersebut.
“Hana keputusan dalam rapat lom. Akhir Februari 2016 kamoe baro menggelar rapat. Lon padahai gohlom ta komentar tentang nyan, kiban ta peugah, memang awaknyoe na dipeugah-peugah meunan (belum ada keputusan dalam rapat internal PA Aceh Besar. Akhir Februari 2016 kami baru menggelar rapat. Saya padahal belum mengeluarkan statemen bakal maju menjadi Bupati Aceh Besar, bagaimana ya, memang ada yang mengusulkan saya maju),” kata Saifuddin Yahya, ketika dikonfirmasi portalsatu.com, Rabu, 3 Februari 2016.
Pria yang akrab disapa Pak Cek ini mengaku belum berfikir untuk hal tersebut. Dia bahkan ingin menghindar dari jabatan sebagai orang nomor satu di Jantho ini.
“Meunyo jeut ta elak, ta elak. Yang pasti lon gohlom bersikap, dan lon pih hana misi untuk hal nyan. Lon cukop terbeban dengan dorongan dari ureung nyoe dan lon hana bri tanggapan lom (kalau bisa menghindar, saya menghindar saja. Yang pasti saya belum bersikap, dan saya juga tidak memiliki misi menjadi Bupati Aceh Besar. Saya cukup terbeban dengan dorongan kawan-kawan untuk menjadi Bupati Aceh Besar ini dan saya belum memberi tanggapan),” ujarnya.
Meskipun belum menggelar rapat internal untuk PA Aceh Besar, tetapi Saifuddin mengaku mereka tetap mengikuti apa yang diperintahkan Ketua DPA PA Pusat, H Muzakir Manaf. Termasuk dalam hal pemilihan Gubernur Aceh di 2017 nanti.