Polisi Turki mengintai tersangka selama sebulan lebih setelah lukisan itu dikabarkan telah dicuri dari rumah seorang kolektor di New York, Amerika Serikat.
ISTANBUL Kepolisian Turki menemukan kembali lukisan Pablo Picasso yang dicuci dari rumah seorang kolektor di New York, Amerika Serikat. Lukisan tersebut ditemukan kembali di Istanbul dalam sebuah operasi penyamaran.
Lukisan ini merupakan gambar acak seorang perempuan berambut putih, tahun 1940, dilukis dengan cat minyak di atas kanvas.
Seorang pejabat kepolisian Turki yang bersedia diwawancarai Anadolu Agensi dengan syarat namanya dirahasiakan, mengatakan, polisi Turki ditugaskan menyamar untuk mencari dan menemukan lukisan tersebut.
Petugas yang menyamar menemukan lukisan itu, kemudian bernegosiasi sebagai penjual. Polisi penyamar bertindak sebagai pembeli potensial, dan menghubungi tersangka seraya menawarkan lukisan untuk $ 8 juta. Penyamaran dan negosiasi itu berlangsung lebih dari sebulan,” katanya.
Ia mengatakan, setelah tawar-menawar berlarut-larut, katanya, petugas menyamar setuju membeli lukisan tersebut seharga $ 7 juta. Mereka pun mengatur pertemuan transaksi.
“Akhirnya, berjumpa di sebuah kafe, di Fetih, sebuah distrik di Istanbul bagian Eropa, pada hari Jumat 29 Januari 2015. Saat itulah polisi menangkap dua orang bersama lukisan tersebut, katanya..
Lukisan yang dicuri itu dikirim ke Istanbul Mimar Sinan Fine Arts University untuk diperiksa. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa di bagian belakang lukisan itu ada nama dan tanda tangan seorang perempuan kolektor di New York, pemilik lukisan tersebut. Lukisan ini menggambarkan Dora Maar, kekasih Picasso, pada 1930, dalam pose aneh.
Menurut sumber itu, lukisan tersebut dicuri dari rumah seorang wanita kolektor New York dan dibawa ke Istanbul untuk dijual. Polisi tidak mengatakan kapan karya seni itu dicuri.
Istanbul merupakan pusat budaya di Eropa, yang merupakan pasar seni terbesar di dunia. Lukisan sekelas karya Picasso diperkirakan pasti dibawa ke pasar seni Istanbul, katanya.
Secara terpisah, katanya, operasi polisi besar-besaran di seluruh Istanbul semalam mengakibatkan 192 ditangkap dengan berbagai tuduhan, termasuk terorisme dan penyelundupan.
Operasi Yeditepe Huzur melibatkan 5.000 petugas untuk merazia di seluruh kota. Senjata api, obat-obatan dan uang tunai palsu adalah di antara bukti yang disita, katanya.[](tyb)
Sumber: Anadolu Agency