KODIM 0104/Aceh Timur kemarin mendeklarasikan kemerdekaan dari narkoba yang dinyatakan dalam apel gabungan bersama sejumlah komunitas, OKP dan Ormas di Lapangan Merdeka Langsa. Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 dinilai momentum yang tepat untuk menyatakan kemerdekaan dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Seruan serupa sudah sering kita dengar. Bukan hanya ajakan dari kalangan TNI saja, tetapi juga dari pemerintah dan segenap unsur masyarakat. Segala komponen bangsa memang harus bersatu padu dalam menumpas musuh bernama narkoba. Peredaran barang haram itu telah menyusup ke seluruh pembuluh darah bangsa ini. Melumpuhkan organ-organ vital bangsa ini yaitu generasi bangsa. Indonesia kini darurat narkoba!
Tak hanya TNI dan pemerintah saja yang sudah geram dengan semakin bergentayangannya hantu narkoba. Masyarakat juga, seperti halnya yang ditunjukkan oleh warga Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Sejak beberapa bulan lalu warga Ujong Pacu menggalakkan Gampong Anti Narkoba. Mungkin inilah satu-satunya gampong di Aceh yang berani melawan narkoba terang-terangan.
Di desa mereka terpasang spanduk berisikan kesiapan warga dalam memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Bukan hanya itu, warga juga melakukan razia dan telah menangkap beberapa warga setempat dan warga luar desa mereka yang diduga memakai dan memiliki narkoba untuk diserahkan pada pihak berwajib. Mereka juga rutin melakukan pembinaan terhadap para remaja dan pemuda setempat.
Perang terbuka pada narkoba yang dilakukan warga ternyata membuat sekelompok orang resah. Dua teror bom melanda Gampong Ujong Pacu dalam dua bulan terakhir. Bom kedua yang meletus pada pekan lalu menyebabkan delapan orang luka-luka. Satu di antaranya terpaksa dirawat inap.