NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu 27 Januari 2016, menolak tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut pernyataannya mendorong aksi teror.
“Sekretaris Jenderal menolak bahasa yang menuduh dia 'mendorong teror',” kata Stephane Dujarric, Juru Bicara Ban.
Sebelumnya Ban mengatakan, ia bisa memahami bagaimana frustasinya rakyat Palestina di pendudukan Israel. Sehingga wajar jika mereka melakukan perlawanan. “Frustasi rakyat Palestina tumbuh di bawah pendudukan Isrel sehingga mengganggu proses perdamaian,” ujarnya.
Ban mengatakan komentarnya saat berbicara kepada Dewan Keamanan Nasional PBB terkait keterasingan dan keputusasaan warga Palestna, terutama orang muda yang mendorong kekerasaan sejak Oktober. Kekerasan sejak Oktober telah menewaskan setidaknya 159 warga Palestina dan 25 orang Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa 26 Januari 2016 lantas menuding Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendorong aksi teroris.