Selain soal keyakinan dan ideologi, faktor ekonomi turut berperan atas kehadiran organisasi meresahkan seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan radikalisme. Penguatan ekonomi masyarakat adalah keniscayaan untuk mencegahnya.
“Kita tahu ada kalimat kaadal faqru an yakuuna kufron (kemiskinan akan mendekatkan seseorang ke dalam kekafiran),” kata Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, KH Hasan Mutawakkil Alallah, dalam acara sarasehan ekonomi di Surabaya, Selasa, 26 Januari 2016.
Dia mengamatai, hadir dan tumbuhnya Gafatar lebih banyak karena faktor ekonomi. Banyak anggotanya tertarik karena kemasan Gafatar yang menawarkan kegiatan dan program ekonomi. “Begitu juga dengan radikalisme,” tandas pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, itu.
Wakil Rais Syuriah NU Jatim, KH Anwar Iskandar, berpendapat bahwa perjuangan dan bisnis adalah keniscayaan. Menurutnya, penguatan ekonomi umat menjadi penting sebagai pengejawantahan ajaran Allah, yang juga dicontohkan para rasulnya.