JAKARTA — Sebanyak 49 warga Katolik di Sawangan di lereng Merapi bersyahadat, Jumat (9/10) lalu. Seraya memegang Alquran dan mengangkat telunjuk ke atas, warga desa dipandu komunitas Muallaf Center Yogyakarta (Tim MCY) untuk bersyahadat.
Saya, tim MCY, dan Steven Indra, berangkat ke atas (Lereng Merapi) untuk mensyahadatkan. Kabarnya 40 orang, ternyata yang hadir 49 orang. Masya Allah, kata Ketua Muallaf Center Yogyakarta, Amrullya, kepada Republika.co.id, Rabu (14/10).
Seperti tampak dalam video yang diunggah di laman Facebook Muallaf Jogja, suasana haru dan bahagia menyelimuti proses tersebut.
Amrullya pun mengisahkan kegiatan dakwah tim MCY di lokasi rawan pemurtadan tersebut. Awalnya, tutur Amrulya, Tim MCY sering mengadakan aktivitas di Lereng Merapi. Komposisi Muslim di desa itu hanya 17 persen, sisanya Katolik.
Tim MCY menggelar tabligh akbar, dengan tema nikmatnya iman dan Islam. Karena diadakan di lapangan terbuka, semua warga desa bisa mendengar isi tabligh akbar. Terakhir, tim mengadakan penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha 1436 H. Daging kurban itu tidak hanya dibagikan kepada orang Islam, tapi semua warga desa disana.
Aktivitas dakwah itu rupanya berbuah manis. Sebelum mensyahadatkan 49 orang, Tim MCY sudah lebih dulu mensyahadatkan 31 orang pada Ahad, 4 Oktober lalu. Salah satu tokoh agama Katolik disana menghubungi Tim MCY menyatakan keinginannya masuk Islam, kemudian disusul warga-warga lain.