TERKINI
TAK BERKATEGORI

Penulis Buku Istanbul: Illiza Ambil Langkah Tepat, Tapi

"Bukan hanya Banda Aceh, kabupaten atau kota lain di Aceh juga dapat menjalin kerja sama dengan Turki."

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

BANDA ACEH – Ariful Azmi Usman, salah satu peserta Harman Internship Program selama Agustus 2014 di Istanbul, menilai langkah Wali Kota Illiza dan jajarannya yang menjajaki kerja sama dengan Turki sudah tepat.

“Artinya pemerintah sudah membuka mata dan tahu mana yang harus dicontoh,” kata Ariful, di Banda Aceh, Senin, 11 Januari 2016.

Ariful menilai, bukan hanya Banda Aceh, tetapi kabupaten dan kota lain di Aceh juga bisa menjalin kerja sama dengan Turki. Turki dan Aceh, katanya, memiliki banyak kesamaan, baik dari mayoritas penduduknya yang muslim dan juga karakter masyarakatnya.

“Turki, 'kan saudara kita. Hanya saja, karena Aceh saat ini baru terlepas dari konflik, wajar saja belum berkembang pesat dan maju seperti kota Istanbul. Riak-riak kecil kan tetap ada,” kata penulis buku “Istanbul: Warna Ibukota Dunia” ini.

Ariful mengatakan, selama di Istanbul, dirinya magang meliput berita di TRT (Television and Radio Turk), sebuah perusahaan televisi dan radio antarbangsa millik negara Turki yang memiliki stasiun di beberapa negara. Selama di Eurasia itu, ia mempelajari budaya dan sejarah masyarakat Turki di sana.

“Banda Aceh bisa lebih baik dari pada Istanbul, karena pada masa keterpurukan saat dikuasai partai sekuler, Turki lebih parah dari pada Aceh. Ketika dikuasai para sekulerism, pemimpin Islam di Turki dipancung, di Aceh tidak terjadi demikian, bahkan agama Islam di Aceh aman saja. Sedangkan di Turki, ulama-ulama mereka dibunuh hampir semua, dan Turki berubah 360 derajat menjadi sekuler,” kata jurnalis ini.

Namun, barangkali, kunci bangkit Turki ada di tangan pemerintahnya, di tangan pemimpinnya sekarang yang membela Islam. Hal tersebut, kata Ariful, perlu dicontoh oleh Illiza, ketika melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, benar-benar untuk  kepentingan rakyat.

“Apabila setelah kembali dari Turki, dan tidak ada perubahan sedikit pun bagi Banda Aceh, itu Illiza dan rombongannya sudah main-main, dan tidak akan ada dukungan lagi dari masyarakat. Kita hanya bisa berharap dan mengawal agar apa yang dicita-citakan terjalin, seperti apa yang disampaikan kepada publik,” kata Ariful.

Menurut siaran Humas Pemerintah Kota Banda Aceh, dalam kunjugan itu, Illiza juga mengikutsertakan Dirut PDAM Tirta Daroy T Novizal Aiyub dalam rangka membahas kerjasama dibidang pengelolaan air bersih. Dari jajaran legislatif, ada beberapa anggota DPRK yang juga ikut serta, diantaranya Ketua DPRK Arif Fadillah, Ilmiza dan Sabri Badruddin.[]

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar