BANDA ACEH – Angin sepoi-sepoi yang behembus dari arah utara membelai indah rambut para peserta pelajar kelas Kelas Bicara di Depan Umum (pidato) atau Public Speaking di bawah naungan Sekolah Hamzah Fansuri (SHF).
Bukan tanpa alasan mereka memilih lokasi belajar berpidato di Taman Hutan Kota BNI, selain menyajikan pemandangan yang exotis, taman yang banyak dikunjungi oleh muda-mudi tersebut juga begitu mendukung proses belajar mengajar. Suasana sendu, dingin, dan syahdu membuat pikiran setiap anggota menjadi rileks dan tidak mengembara bebas ke mana-mana.
Setelah sukses latihan pada pertemuan pertama yang kita laksanakan di pantai Gampong Jawa beberapa hari lalu, kali ini kita memilih tempat yang berbeda. Saya kira Taman Hutan Kota BNI tepat untuk digunakan, selain strategis, letaknya agak dekat dengan tempat tinggal para peserta, sehingga mudah diakses dan bisa menghemat energi, kata Muhajir Ibnu Marzuki, salah satu peserta kelas public speaking, Jumat sore, 8 Januari 2016.
Muhajir mengatakan, idenya untuk memilih lokasi itu muncul saat berbincang-bincang dengan salah satu koleganya yang juga sama-sama ikut kelas tersebut, yaitu Tgk. T. Setelah sempat berbicara lewat telpon seluler selama kurang lebih 15 menit, akhirnya ia menyampaikan pendapatnya kepada kepala sekolah Thayeb Loh Angen atau yang akrap disapa bang Thayeb, untuk ikut belajar di taman yang terkenal dengan pesona alam yang indah itu.
Dalam acara lanjutan belajar, keempat peserta dari lima belas anggota terlihat begitu lancar dalam menyampaikan orasinya. Hampir menguasai semua teknik berbicara di depan publik, mulai dari gerak tangan sampai gaya penyampaian, nyaris sempurna, ujar Adi Saputra, ketua Kelas Public Speaking.
Menurut Adi, seluruh anggota menyerap dengan cepat materi yang diberikan oleh Thayeb Loh Angen (guru kelas Publik Speaking). Dia mengatakan, dari empat peserta itu masing-masing memiliki ciri khas dan tekniknya yang berbeda dalam meyakinkan para pendengar (audience).