TERKINI
EKBIS

Harga BBM Turun, Apa Dampak Bagi Masyarakat?

“Saya tidak melihat adanya keuntungan bagi masyarakat dengan turunnya harga tersebut, apalagi turunnya tidak signifikan, malah sangat sedikit,” ujar Wahyuddin.

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 2.8K×

LHOKSEUMAWE – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh (Unimal), Wahyuddin Albra menilai kebijakan pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak memberikan dampak besar bagi masyarakat.

“Harga BBM resmi diturunkan oleh pemerintah. Premium yang semula dijual Rp7.300 per liter menjadi Rp6.950 per liter. Sementara solar bersubsidi dari Rp6.700 per liter menjadi Rp5.650 per liter,” kata Wahyuddin di Lhokseumawe, Selasa, 5 Januari 2016.

Wahyuddin menyebut hal itu tidak berpengaruh besar terhadap masyarakat lantaran turunnya harga BBM tidak diikuti penurunan harga sejumlah kebutuhan rumah tangga.

“Saya tidak melihat adanya keuntungan bagi masyarakat dengan turunnya harga tersebut, apalagi turunnya tidak signifikan, malah sangat sedikit,” ujar Wahyuddin.

Menurut Wahyuddin, selama ini ketika BBM naik selalu diikuti meningkatnya harga pangan, namun sebaliknya saat BBM turun harga pangan tidak ikut turun.

Terlepas dari itu, Wahyuddin menyebutkan, penurunan harga BBM memiliki dampak positif secara perorangan masyarakat. “Tapi menurunnya harga BBM yang sedikit ini tidak berpengaruh secara makro, namun beban masayarakat secara personal akan berkurang,” kata dia.[] (idg)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar