Langsung ke konten

Kutunggu Kabarmu

Sabtu, 26 September 2026

Artikel

Pakar Ekonomi: Ada SDA dan SDM, tapi Banyak Pengangguran

<!-- wp:freeform -->
<p>LHOKSEUMAWE - Pakar Ekonomi Universitas Malikussaleh Wahyuddin Albra mengatakan, membuka lapangan pekerjaan itu tidak harus selalu menjadi tugas pemerintah.</p>

<p>“Itu harus kita perbaiki mulai dari tingkat universitas sehingga nantinya mencetak sarjana yang siap memberi kerja,” kata Wahyuddin ketika ditemui <em>portalsatu.com</em>, Selasa, 5 Januari 2016 sore.</p>

<p>Wahyu menjelaskan, misalnya ke depan dapat mencetak sarjana yang <em>enterpreneur</em>. Jadi, maksudnya harus mencari solusi lain agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya mengharapkan kerja dari pemerintah.</p>

<p>Tak hanya itu, ia menilai Sumber Daya Alam (SDA) Aceh tidak berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat. Wahyuddin mengatakan banyak hal yang harus difikirkan kalau ingin berinvestasi. Bukan hanya SDA saja, tetapi juga ada SDM yang berlebih.</p>

<p>“Menurut saya aneh, paradoks dengan faktor ekonomi. Seharusnya kita tidak ada pengangguran, ada SDA, SDM dan lainnya, namun ini keseluruhan itu menjadi menganggur dan tidak bisa memanfaatkannya. Nah ada apa? Ini yang perlu dipikirkan oleh kita bersama dan ini pastinya sudah menjadi pembahasan umum di kalangan masyarakat,” kata Wahyuddin.</p>

<p>Ia mempertanyakan, bagaimana orang mau berinvestasi di Aceh, kalau daerah ini masih belum siap menerima investor. Jika pun siap, katanya, maka sama-sama harus mendukungnya kalau ingin investasinya aman di daerah Aceh.</p>

<p>“Solusinya, selama ini perekonomian Aceh itu hanya ditopang oleh pengeluaran pemerintah, kalau dalam skala makro itu harusnya ada investasi. Jadi harusnya sekarang diperlukan orang-orang dari pemerintahan yang mendorong Aceh ke arah lebih baik lagi,” katanya.</p>

<p>Wahyuddin mengatakan orang akan tidak bekerja kalau APBA telat disahkan. Pasalnya, salah satu sistemnya, yakni investasi, tidak jalan. Ada juga ekspor-impor, namun hal tersebut sejauh mana perkembangannya harus dilihat kembali.</p>

<p>“Sejauh mana kita melakukan kebijakan ekspor-impor dan ini jelas tidak berjalan. Maka dengan demikian, terlihat dua sektor dalam skala makro tidak berfungsi atau tidak berjalan dengan baik,” ujar Wahyuddin.[]<em>(tyb)</em></p>
<!-- /wp:freeform -->

Jadilah yang pertama menyukai 0 komentar
Komentar

0 Komentar

Unggah Video

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan video Anda.

Masuk Daftar Gratis

Unggah Gambar

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan foto Anda.

Masuk Daftar Gratis

Tulis Artikel

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan tulisan Anda.

Masuk Daftar Gratis

Pedoman Komunitas SUMATRApost

  1. Tanpa pornografi. Konten bermuatan seksual, ketelanjangan, atau ajakan asusila ditolak otomatis.
  2. Tanpa kekerasan. Konten sadis, ancaman, atau ajakan melukai orang lain ditolak otomatis.
  3. Tanpa SARA. Ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan ditolak otomatis.
  4. Jujur & bertanggung jawab. Jangan sebarkan hoaks. Sebutkan sumber bila mengutip.
  5. Hormati privasi. Jangan unggah data pribadi orang lain tanpa izin.
  6. Konten yang dilaporkan banyak pengguna akan diturunkan untuk ditinjau.

Disukai oleh