SIGLI – Boikuni, 22 tahun, asal pedalaman Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, akan tampil di pentas nasional kontes dangdut, DAcademy 3 Indosiar, mulai Januari 2016. Pemuda ini lolos audisi special hunt DAcademy 3 Aceh dan masuk 35 besar. Boikuni berharap dukungan rakyat Aceh agar ia dapat tampil maksimal.
Boy, begitulah nama panggilan pemuda yang hanya menamatkan SMA ini. Ia selama ini bekerja sebagai pramusaji warung nasi di Bandar Baru, Pidie Jaya. Boy mengaku bercita-cita menjadi penyanyi dangdut. Bahkan, ia sering ikut kontes dangdut yang digelar di Aceh. Dari kecil saya hobi bernyanyi, terutama lagu dangdut, ujarnya.
Pemuda ganteng ini putra Jiem-Jiem, sebuah gampong di pedalaman Kecamatan Bandar Baru. Ketika konflik melanda Aceh, Jiem-Jiem menjadi markas besar Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Buah hati pasangan Abdullah dan Aisyah ini merupakan putra bungsu dari 11 bersaudara. Walau berasal dari pedalaman tidak membuat Boy patah semangat menggantung cita-citanya sebagai penyanyi. Bermodal suara bagus dan keberaniannya untuk tampil serta rajin berlatih meski tidak teratur, karena ia harus bekerja sebagai pelayan warung. Untuk melatih vokalnya, Boy sering tampil dari panggung ke panggung sebagai wedding singer.
Boy lolos seleksi ajang bergengsi tersebut bukan karena nasib baik saja. Ia memiliki segudang prestasi di ajang dangdut Aceh. Boi pernah meraih juara harapan dua katagori lagu daerah yang digelar TVRI Aceh. Juara pertama lagu Aceh se-Provinsi Aceh, juara tiga lagu dangdut di Banda Aceh Expo serta juara harapan dua lagu pop di Banda Aceh Expo.