TERKINI
NEWS

Purnawirawan TNI Ini Maju Sebagai Calon Bupati Aceh Tengah

"Kita seide dengan Apa Karya. Jika beliau terpilih sebagai gubernur dan saya terpilih sebagai bupati, maka secara bersamaan Aceh Tengah dapat kita kembangkan secara optimal".

DATUK HARIS MOLANA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3K×

TAKENGON – Saiful Efendi mendeklarasikan maju sebagai calon bupati dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Aceh Tengah Februari 2017 mendatang. Purnawirawan (pensiunan) TNI itu akan maju melalui jalur independen.

Ia juga bekerja sama dengan Zakaria Saman (Apa Karya) dalam meluruskan visi-misi untuk kemajuan Aceh ke depan. “Kita seide dengan Apa Karya. Jika beliau terpilih sebagai gubernur dan saya terpilih sebagai bupati, maka secara bersamaan Aceh Tengah dapat kita kembangkan secara optimal,” kata Saiful Efendi kepada portalsatu.com, Rabu, 23 Desember 2015, di Takengon.

Saiful Efendi mengaku telah mengantongi bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya saat Pemilukada nanti. Namun, ia akan mengumumkan calon wakilnya menjelang pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah.

Disinggung mengenai persaingan yang akan dihadapi dengan calon-calon lainnya yang disebut-sebut cukup berat, ia mengaku tak gentar. Menurutnya, penilaian dan hak penuh untuk menentukan kepala daerah di tangan rakyat.

Saiful berjanji akan memberikan yang terbaik untuk rakyat Aceh Tengah jika ia terpilih menjadi bupati nantinya. Ia akan menggenjot perekonomian rakyat dari sektor pertanian seperti kopi dan sayur mayur, sebagaimana potensi unggulan dimiliki Aceh Tengah.

“Ke depan Aceh Tengah ini kita kembangkan untuk mengekspor hasil olahan, sehingga harga tentu jauh lebih tinggi daripada mengekspor bahan mentah,” ujarnya.

Disisi lain, Saiful mengaku akan berupaya mengembangkan industri pertanian menengah di Aceh Tengah. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak ekonomi rakyat dan mengambil peluang di even pasar bebas dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Saiful juga semakin khawatir terhadap generasi Aceh Tengah yang mulai tersentuh narkotika dan pergaulan bebas. Kata dia, tanpa generasi yang cerdas dipastikan Aceh Tengah akan semakin terpuruk di masa mendatang.

“Ini poin penting juga yang harus menjadi perhatian khusus kita. Ke depan kita akan koordinir anak-anak ini, tiga hari kita arahkan untuk pengajian, selebihnya untuk pendidikan umum,” kata Saiful diamini Apa Karya.[] (idg)

DATUK HARIS MOLANA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar