TAKENGON - Bupati Aceh Tengah Nasaruddin mengatakan, pemuda dituntut mampu mengembangkan potensi diri dan berinovasi menggerakkan segala sumberdaya untuk membangun dan memberi kemanfaatan bagi masyarakat.…
TAKENGON – Bupati Aceh Tengah Nasaruddin mengatakan, pemuda dituntut mampu mengembangkan potensi diri dan berinovasi menggerakkan segala sumberdaya untuk membangun dan memberi kemanfaatan bagi masyarakat. Itu sebabnya, dibutuhkan kesadaran untuk bersatu di kalangan pemuda sehingga tidak mudah diadu domba.
“Jika pemuda bisa diadu domba bukan hanya melemahkan pemuda tapi dapat menghancurkan bangsa ini,” kata Nasaruddin di sela upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda di Takengon, Sabtu, 28 Oktober 2017. .
Menurut Nasaruddin, masa kelam penjajahan harus terus menjadi pelajaran bagi generasi muda untuk menyadari perlunya bersatu. Perbedaan suku, budaya dan agama hendaknya menjadi pemersatu, bukan pemecah belah bangsa.
Nasaruddin mengatakan, cikal bakal kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran pemuda melalui beberapa pertemuan dan puncaknya mengikrarkan sumpah, Satu Bahasa, Satu Bangsa dan Satu Tanah Air pada 1928.
Saat ini, kata Nasaruddin, setelah 72 tahun merdeka para pemuda seharusnya lebih terorganisir untuk berperan dalam pembangunan dan menjadi pilar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Nasaruddin juga menyinggung pemuda Aceh Tengah hari ini sudah mulai berperan dalam pembangunan daerah. “Sekarang sudah banyak pemuda kita yang menjadi pengusaha kopi. Bahkan di antaranya sudah menjadi eksportir besar, dulu ini belum ada,” ujar dia memberi contoh.[](rel)