JAKARTA – Padatnya populasi penduduk di Pulau Jawa menjadi ancaman bagi berkembangnya kegiatan terorisme. Pasalnya, pelaku teror kerap menyasar permukiman padat penduduk.
“Di Jawa ada 140 juta penduduk, saat ini merupakan hutan belantara manusia dan ini adalah sangat ideal untuk urban warfare, perang kota,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam orasi ilmiah di STIK-PTIK, Kamis, 26 Oktober 2017.
Tito mengakui, Kepolisian cukup dibuat kerepotan untuk mendeteksi aksi terorisme. Dengan gaya para pelaku teror yang kerap memilih wilayah padat atau perkotaan untuk berbaur, membuat mereka sangat sulit dideteksi.
Karena itu, terkadang petugas mengalami kendala dalam melakukan penindakan terhadap pelaku teror. Karena perlu kehati-hatian dalam mendeteksi dan membedakan mereka yang sudah berbaur dengan masyarakat.