TERKINI
PROFIL

Tentang Bualan Isu Referendum di Aceh

KAWAN, isu referendum untuk Aceh adalah salah satu hal bodoh yang terdengar sekarang. Jangan demam referendum karena kabar burung referendum Catalunia di Spanyol dan Kurdi…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4K×

KAWAN, isu referendum untuk Aceh adalah salah satu hal bodoh yang terdengar sekarang. Jangan demam referendum karena kabar burung referendum Catalunia di Spanyol dan Kurdi di Timur Tengah.

Ada beberapa perbandingan fakta politik dunia tentang itu;

1. Pandangan pihak penguasa dunia (Barat atau AS juga UE) amat berbeda saat memandang apa yang terjadi di Spanyol, Iraq, Syria, Iran, dan Turki, dengan yang terjadi di Asia Tenggara (misalnya di Indonesia).

2. Kalaupun referendum dibuat di Aceh saat ini, maka tidak akan didukung oleh negara manapun (baik oleh negara anggota PBB atau bukan), karena Aceh telah menandatangani perdamaian pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia, dan secara budaya politik dunia, kesepahaman itu tidak mungkin dibatalkan oleh pihak yang mewakili Aceh ataupun Indonesia pada beberapa dekade ini.

3. Kalau pun dibuat referendum di Aceh, maka akan terjadi bencana sosial yang parah (mungkin lebih parah dari DM yang karenanya Aceh akan menderita lagi, berhasil jelas tidak), disebabkan poin (1) dan (2), serta, tidak ada skenario politik dunia yang bisa mengubah itu.

4. Sepanjang sejarah, setelah Yang Mulia Laksamana Keumala Hayati wafat, Aceh selalu kalah dalam negosiasi, apalagi dengan keadaan orang Aceh sekarang yang cuma bisa bahasa ibu dan masih emosional menghadapi sesuatu hal.

5. Kalau ada yang melempar isu referendum di Aceh, maka besar kemungkinan ia adalah orang yang tidak mengerti keadaan.

6. Jika masalahnya adalah isi UUPA turunan MoU Helsinki yang tidak dijalankan oleh RI, maka itu bukan salah RI semata, bukan sama sekali, akan tapi itu adalah salah pihak Aceh juga, yang pejabatnya di DPRA dan eksekutif (gubernur dan wakil gubernur pada periode setelah MoU Helsinki) gagap dalam berdiplomasi, dan kadang cenderung mengabaikan kepentingan politik Aceh, karena kelemahannya sendiri atau karena hal lain.

Hentikan mengeluh, tapi koreksilah diri sendiri. Cara berpikir seperti mengatakan 'Orang Jakarta, Senayan menghianati Aceh”, itu tidak produktif, tidak kreatif.

Akan tetapi, sebaiknya berpikir begini,

“Bagaimana caranya supaya tujuan kami di Aceh juga menjadi tujuan orang di Senayan sehingga kami bisa bersama membangun wilayah ini. Apa yang harus kami lakukan supaya ini bisa tercapai?” Itu yang kreatif, produktif, dan akan lebih besar kemungkinan berhasil. Jadilah diplomat.[]

Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar