TERKINI
NEWS

Derap Kaki Kecil Meriahkan Tahun Baru Islam

Suara merdu tersebut melantunkan salawat dengan nada mengalun-alun.

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 599×

RAUT wajahnya kelihatan lelah, tangan kecilnya sesekali menyeka keringat yang ada di kening mungilnya itu. Namun senyumnya memperlihatkan semangat yang membara dalam memeriahkan tahun baru Islam ke 1437 H di Banda Aceh, Rabu, 14 Oktober 2015.

Dikawal ketat oleh para guru dan panitia, langkah kecil itu terus melangkah dengan semangat membawa spanduk-spanduk kecil bertuliskan syiar dakwah. Ada yang berpakaian ala jamaah haji ada juga yang wajahnya dililit cadar. Tak sedikit juga yang membawa miniatur Ka'bah sembari melantunkan salawat badar.

Panitia dengan cekatan mengatur jalannya pawai. Sesekali mereka menyuruh penonton yang berbaris di trotoar jalan untuk mundur dan memberikan jalan bagi peserta untuk lewat.

“Semoga anak-anak ini menjadi anak yang bertaqwa, anak yang tak suka tawuran, anak yang tidak suka bermain game sampai subuh,” kata salah satu panitia melalui pengeras suara saat melepas para peserta untuk mengitari jalan-jalan di kota madani Banda Aceh.

“Kami generasi muda Islam, mari kita tanamkan budi pekerti menuju kota madani, hormatilah dan sayangilah guru dan orang taumu, mari mendukung mengaji setelah magrib.” Untaian kalimat seperti itu tertera di spanduk yang dibawa oleh peserta pawai dari seluruh sekolah. 

Salah satu kalimat yang paling menyentuh dalam pamplet-pamplet kecil itu adalah tentang ajakan berdamai dan mengajak ke jalan yang benar, seperti “Agama mengajarkan kita hidup bersama, mari kita berhijrah dari kejahilan.”

Tak lama kemudian terdengar suara merdu dari pelantang suara yang dibawa oleh salah satu becak. Suara merdu tersebut melantunkan salawat dengan nada mengalun-alun. Banyak yang mengira suara tersebut berasal dari sebuat kaset yang diputar dan disambungkan ke pengeras suara, ternyata itu adalah suara seorang anak kecil dari salah satu sekolah dasar di Banda Aceh. 

Dengan memenggang mikrofon sebelah kanan dan memegang kertas di sebelah kiri, dia melangkah pasti ke depan dan memimpin teman-temannya berjalan sembari membaca salawat.

Pawai tersebut diikuti hampir oleh semua sekolah di Banda Aceh mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Pawai tersebut mengambil rute dari lapangan Blang Padang menuju Simpang Surabaya kemudian Simpang Jambo Tape-Simpang Lima dan akhirnya menuju garis akhir di Masjid raya Banda Aceh.

“Nanti akan dinilai dan akan dipilih pemenangnya,” kata Erman Jaya, salah satu panitia pawai kepada portalsatu.com di sela-sela kesibukannya mengatur barisan siswa.[](bna)

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar