SEOUL – Selama bertahun-tahun, Woo Seung-yep selalu memperingatkan sesama warga Korea Selatan (Korsel) untuk bersiap menghadapi malapetaka perang nuklir. Pada 2010, ia bahkan membuat forum daring (online) bernama Survival 21, yang membahas cara bertahan hidup selama perang atau bencana nuklir.
Setelah ketegangan semakin meningkat dan Korea Utara (Korut) terus melakukan uji coba rudal dan nuklir, sebanyak 20 ribu orang telah mendaftar di forumnya itu. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti eksekutif perusahaan, profesor, dan mahasiswa.
“Banyak dari mereka yang mengaku khawatir. Pertanyaan utama mereka adalah 'akankah perang pecah di Korea? Dan kalau iya, kapan itu akan terjadi?'” ungkap Woo, kepada The Telegraph.
Rentetan retorika perang yang terus-menerus disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump, mulai menggetarkan hati warga Korea yang awalnya merasa pesimistis akan adanya perang. Menurutnya, Trump lebih mungkin membuat perang terjadi, bila dibandingkan dengan Kim Jong-un.
Namun Woo mengaku yakin perang di semenanjung Korea akan pecah tahun ini. “Saya lebih khawatir terhadap AS, karena saya khawatir negara itu mungkin merencanakan serangan pre-emptive. AS tidak dapat mentoleransi kemampuan nuklir Korut, dan tampaknya justru meletakkan dasar untuk membenarkan sebuah serangan,” kata dia.
Woo meminta anggota forumnya untuk menyimpan persediaan makanan untuk bertahan hidup jika konflik pecah. Persediaan darurat itu termasuk air, makanan kering dan beku, obor, radio, topi, jas hujan, perlengkapan medis, dan selimut hangat.