JAKARTA – Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengimbau warga agar tidak terprovokasi oleh informasi menyesatkan yang tersebar melalui pesan singkat (SMS) pasca kerusuhan pembakaran gereja di Aceh Singkil. Dia mengingatkan respons keliru dari informasi sesat tersebut dapat memperkeruh suasana.
“Dalam situasi seperti ini biasanya berkembang SMS yang sifatnya provokasi seperti itu. Dan kenyataannya, berdasarkan laporan yang saya dapatkan, terjadi seperti itu,” kata Badrodin dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Jakarta, Selasa malam (13/10).
Badrodin berharap masyarakat bisa menahan diri sehingga permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara damai dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Menurut Badrodin, kejadian bermula dari kesepakatan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat soal penertiban 21 gereja yang tidak berizin, Senin (12/10).
“Oleh Pemda akan ditertibkan. Atas desakan masyarakat akan dilakukan pembongkaran,” jelasnya.