LHOKSEUMAWE – Pihak kepolisian sedang menyelidiki tabrakan maut dua Bus Simpati Star yang menewaskan dua kernet yang terjadi Jumat dini hari 20 Oktober 2017. Untuk sementara polisi menyimpulkan, insiden tersebut akibat kelalaian sopir bus Simpati Star BL 7751 AA yang dikemudikan M. Ali.
Bus BL 7751 AA melaju kencang dari arah Banda Aceh, sesaat sebelum sampai di lokasi kejadian berusaha melewati truk tangki, sehingga bus yang dikemudikan M. Ali masuk ke jalur kanan, tanpa sadar dari arah berlawanan ada bus Simpati Star lain sehingga tabrakan terjadi, kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana didampingi Kanit Laka Aiptu Kemi.
Dijelaskan juga, keterangan petugas yang berada di lokasi kejadian, kondisi salah satu korban meninggal dunia yaitu Saiful Bahri, 33 tahun kernet bus BL 7751 AA mengenaskan, kaki terputus. Sedangkan rekannya Zaini yang berstatus kernet di bus BL 7704 AA juga meninggal dunia dalam kondisi tidak jauh berbeda.
Walau sudah ada hasil penyelidikan awal dari lokasi kejadian, kita belum menetapkan tersangka karena kondisi korban masih dirawat, sejumlah saksi juga belum diperiksa karena masih trauma, terang Kemi.
Ia menjelaskan, kedua korban meninggal dunia sudah dijemput pihak keluarga tak lama setelah dievakuasi ke RS terdekat.
Saiful Bahri sudah dimakamkan di Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Arun, Aceh Utara, sedangkan Zaini sudah dibawa ke Sigli. Sementara sopir bus BL 7751 AA, M. Ali, 65 tahun, dirujuk ke RS Zainal Abidin, Banda Aceh. Warga asal Gampong Sagoe, Kecamatan Peusangan, Bireuen tersebut mengalami luka berat.