Dermawan adalah memberikan harta dengan senang hati dalam kondisi memang wajib memberi, sesuai kepantasannya dengan tanpa mengharap imbalan dari yang diberi. Baik imbalan berupa pujian, balasan, kedudukan, ataupun sekadar ucapan terima kasih.
Jadi, seseorang disebut dermawan jika memberi secara tulus ikhlas. Orang yang memberi karena ingin balasan dari pihak yang diberi, bukanlah dermawan, tapi disebut berdagang. Sebab, ia seolah-olah membeli balasan berupa pujian, kedudukan, ucapan terima kasih dan lainnya dengan hartanya.
Alkisah, suatu hari, seorang wanita tua kedatangan seorang tamu. Tamu tersebut datang dengan menunggangi seekor kuda. Begitu menyadari ada tamu yang datang ke rumahnya, wanita tersebut langsung menghampiri, memegangi tali kendali kuda, dan membantu tamunya turun dari atas kuda.
Tidak lama kemudian, putra wanita itu datang dan dengan penuh rasa gembira menanyakan keadaan tamunya yang baru datang. Wanita tua itu berkata kepada putranya, “Bangun dan siapkan jamuan untuk menyambut kedatangan tamu kita; sembelih kijang itu dan masaklah.”
Anak lelaki itu menjawab, “Sekarang saya akan mencari kayu bakar.”
Wanita tua itu berkata, “Jika menunggu kedatanganmu dari padang pasir mencari kayu bakar akan memakan waktu lama. Sementara itu, tamu kita akan merasa lapar, ini tidak pantas bagi kita.”
Dia segera menyembelih kijang, memasaknya dan menghidangkannya untuk tamunya. Setelah itu, tamunya meneliti dan akhirnya mengetahui bahwa wanita tua itu tidak memiliki apapun selain kijang itu yang dia sembelih untuk menjamu tamunya.