LHOKSUKON -- Perawat asal Gampông Rantoe, Kecamatan Lhoksukon, Kiki Prihartini, 36 tahun, diduga menjadi korban pencurian pada Minggu dini hari sekitar pukul 04:30 WIB, 15…
LHOKSUKON — Perawat asal Gampông Rantoe, Kecamatan Lhoksukon, Kiki Prihartini, 36 tahun, diduga menjadi korban pencurian pada Minggu dini hari sekitar pukul 04:30 WIB, 15 Oktober 2017.
Tersangka berhasil membawa kabur kalung emas di leher korban yang diambil saat korban sedang tidur. Barang lainnya berupa telepon selular juga raib.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Lhoksukon, AKP Teguh Yano Budi, saat kejadian korban dan suaminya Nandar Efendi sedang tidur. Korban terkejut saat merasa ada yang menarik kalung di lehernya.
“Korban langsung terjaga dan meraba kalungnya yang ternyata hanya tinggal setengah, akibat putus ditarik pelaku,” ujar AKP Teguh Yano Budi, saat dihubungi portalsatu.com via telepon seluler.
Kata Kapolsek, saat itu korban melihat ada pria asing di ruang tamu rumahnya. Kiki pun membangunkan suaminya dan menceritakan kejadian yang menimpanya.
“Kata korban, saat membangunkan suaminya, ia juga sempat minta tolong. Suami korban langsung mencari pelaku yang diduga kabur melalui jendela samping rumah korban, dan diperkirakan menuju arah tanggul, namun pelaku tidak berhasil ditemukan,” kata Teguh.
AKP Teguh menambahkan, menurut pengakuan korban, ia kehilangan enam gram (dua mayam) emas berupa kalung seharga Rp3 juta dan empat handphone serta lima charger handphone berbagai merk.
“Kerugian yang dialami korban ditaksir sekitar Rp10 juta. Kasus dugaan perampokan ini sudah dilaporkan secara resmi oleh korban dengan didampingi suaminya, tadi pagi. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkas AKP Teguh Yano Budi.[]