SABANG – Menjaga dan mewujudkan perdamaian di Aceh masih membutuhkan pembenahan serius. Meski damai Aceh sudah memasuki 10 tahun tetapi makna damai yang sebenarnya belum dirasakan.
Hal ini disampaikan oleh salah satu aktivis asal Aceh, Iqbal Farabi, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Kesbangpol dan Linmas Aceh, di Banda Aceh, Minggu, 20 Desember 2015.
Sekarang ini kita masih di posisi damai yang formalitas. Kita belum sampai pada damai yang hakiki, tujuan bersama untuk kesitu pun kita belum punya kata Iqbal.
Iqbal turut mempertanyakan apa sebenarnya tujuan perdamaian dan bagaimana anatomi serta bentuknya. “Itu belum mampu kita rumuskan bersama. Saya pikir pemda mengambil peran di depan untuk memfasilitasi menyatukan semua komponen masyarakat, ujarnya.
Muslim salah satu peserta diskusi yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama mengatakan untuk menjadikan pemuda sebagai pemeran dalam menjaga serta mengisi perdamaian merupakan hal yang sedikit janggal. Hal itu disebabkan kurangnya pengetahuan terkait proses perdamaian itu sendiri.