BANDA ACEH – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Aceh, Saminuddin, membantah isu adanya permainan pada anggaran pakan tambahan gajah jinak di Conservation Respon Unit (CRU). Isu ini mencuat beberapa hari terakhir dan menjadi pembahasan dalam pertemuan antara DLHK dengan pihak CRU se-Aceh, di Ruangan Kepala DLHK, di Banda Aceh, Rabu, 4 Oktober 2017.
“Saya yakin tidak ada indikasi korupsi di sana, seakan-akan ada permainan disana, itu tidak ada. Memang dalam anggaran pada saat itu, dalam pagunya Rp900 juta, tapi kemudian karena proses lelang itu butuh waktu lama sehingga ada pengurangan anggarannya,” kata Kepala DLHK Aceh, Saminuddin, saat dijumpai portalsatu.com di meja kerjanya siang tadi, Rabu, 4 Oktober 2017.
Dia menyebutkan pada awalnya anggaran yang diusulkan adalah 282 hari. Namun ternyata proses lelangnya tidak seperti yang diusulkan dalam anggaran.
“Kalau dihitung dari 27 April sampai 31 Desember, maka itu ada 249 hari, bukan lagi seperti perhitungan awal sebanyak 282 hari,” katanya.
Saminuddin mengkalkulasikan hitungan harga pakan per satu ekor gajah sebesar Rp 167.200 per harinya. Anggaran ini kemudian dikalikan jumlah total gajah sebanyak 19 ekor. Dengan demikian, kata dia, anggaran pakan gajah ini mencapai Rp 791.023.200 untuk lima CRU. Sementara jumlah gajah bervariasi di lima CRU tersebut. “Ada yang empat, ada yang tiga ekor gajah per CRU.”