TERKINI
FEATURE

Curhat Hasan kepada Ketua DPRA dan KPA Pase Soal Gubuk Reotnya

RUMAH ini hanya berukuran 4 x 5 meter. Dindingnya hanya sepertiganya terbuat dari tepas bambu, selebihnya terbuka. Begitu juga dengan atapnya terbuat dari daun rumbia yang…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1K×

RUMAH ini hanya berukuran 4 x 5 meter. Dindingnya hanya sepertiganya terbuat dari tepas bambu, selebihnya terbuka. Begitu juga dengan atapnya terbuat dari daun rumbia yang sudah usang, setiap sudut terlihat sudah bocor.

Di rumah inilah, Hasan dan istrinya, Lugiom beserta kelima anaknya tidur dan berlindung setiap harinya yang lantainya hanya beralaskan tanah.  Memasuki ke dalam, hanya ada satu kamar dan satu tempat tidur yang beralaskan papan bekas.

Selain itu, dapur yang digunakan sehari-harinya untuk memasak hanya disekat oleh tepas bambu usang. Selama ini mereka hanya mengandalkan kayu bakar untuk kebutuhan memasak. Jadi bisa dibayangkan saat memasak, asap yang dihasilkan akan memenuhi seluruh isi ruangan. 

Yang lebih miris lagi, bila hujan deras turun, ia beserta istrinya terpaksa tidur berhimpitan demi menghindari air hujan yang merangsak masuk melalui celah-celah atap rumah dan lantainya. Hasan yang tercatat sebagai warga Gampong Arongan, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara ini kondisinya kian memprihatinkan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Hasan harus mengandalkan tenaganya sebagai tukang upah harian. 

“Hamdani beserta istrinya sudah tinggal di sini selama 6 tahun lebih. Saat konflik, ia merantau ke Langsa dan menikah di sana,” ujar M.Jhony selaku Panglima Muda Daerah IV KPA/PA Pase, Sabtu, 30 September 2017.

M.Jhony menceritakan, saat dirinya menerima informasi dari warga setempat. Ia secepatnya menginstruksikan kepada jajarannya agar menyambangi Hasan beserta keluarganya. Menurutnya, saat pertama kali kesana, pihaknya langsung menyalurkan sedikit bantuan berupa sembako, peralatan memasak serta bahan material awal seperti seng, papan dan kasur.

“Usai kami menjenguknya beberapa kali, timbul inisiatif saya untuk menghubungi Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin agar beliau bersedia meluangkan waktunya untuk menjenguk saudara kita yang masih membutuhkan bantuan,” ujar M.Jhony.

Akhirnya, usulannya pun mendapat respon positif dari Tgk Muharuddin. 

Esok harinya, tepatnya pada Kamis, 28 September 2017 kemarin, ia beserta Tgk Muhar langsung bergerak menuju rumah Hasan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari desa Alue Ie Puteh. Tiba sekitar pukul 15:10 WIB, rombongan ini hanya disambut oleh istri Hamdani, Lugiom. 

Rasa kterkejut bercampur haru terlihat di wajah Lugiom takkala melihat rombongan yang diketuai langsung oleh Tgk Muharuddin ini tiba. 

“Lakee meu'ah, rumoh hana meusaneut bacut. Pihlom abi aneuk miet gohlom geuwoe jak mita raseuki. Jinoe ka lon yue jak seutot abi bak aneuk agam loen,” ujar M.Jhony menirukan ucapan Lugiom.

Lima belas menit kemudian, Hasan tiba di rumahnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Tgk Muhar beserta pengurus KPA/PA Pasee yang bersedia menjenguk dirinya berserta keluarganya.

“Kamoe teuka keunoe karna na informasi yang KPA dan masyarakat sinoe. Kamoe na meuba bacut bantuan berupa sembako, pakaian, dan peralatan dapur dan kebutuhan laen,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.

Kepada Hasan dan keluarganya, Tgk Muhar mengaku bantuan yang diberikan ini merupakan tahap awal. Menurutnya, ini merupakan bantuan dadakan dari hasil inisiatif dirinya beserta jajaran KPA/PA Pase. Pasalnya, jika menunggu bantuan dari pihak pemerintah, maka proses administrasinya tentu akan membutuhkan waktu yang lebih lama, yakni akan tertampung pada tahun 2018. 

Kalaupun dipaksakan masuk pada proses APBA-Perubahan, maka prosesnya pun sudah terlambat. Namun, Tgk Muhar berjanji akan mengusulkan bantuan tahap selanjutnya untuk rumah milik Hasan pada tahun anggaran 2018 nanti.

“Jadi kalau kita masih menunggu masuk tahun anggaran 2018, itu sangat lama sekali. Jadi Hasan beserta keluarganya harus bertahan di rumah mereka dengan nasib memprihatinkan. Selain itu, saya dan M.Jhony sudah menginstruksikan kepada jajaran KPA/PA Pase agar ke depannya terus memantau proses pembangunan rumah milik Hasan. Begitu juga dengan rumah warga lainnya yang masih tergolong kurang mampu akan terus kita datai,” ujar Tgk Muharuddin lagi.[]

Pengirim: Taufik Ar-Rifai

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar