RUMAH ini hanya berukuran 4 x 5 meter. Dindingnya hanya sepertiganya terbuat dari tepas bambu, selebihnya terbuka. Begitu juga dengan atapnya terbuat dari daun rumbia yang sudah usang, setiap sudut terlihat sudah bocor.
Di rumah inilah, Hasan dan istrinya, Lugiom beserta kelima anaknya tidur dan berlindung setiap harinya yang lantainya hanya beralaskan tanah. Memasuki ke dalam, hanya ada satu kamar dan satu tempat tidur yang beralaskan papan bekas.
Selain itu, dapur yang digunakan sehari-harinya untuk memasak hanya disekat oleh tepas bambu usang. Selama ini mereka hanya mengandalkan kayu bakar untuk kebutuhan memasak. Jadi bisa dibayangkan saat memasak, asap yang dihasilkan akan memenuhi seluruh isi ruangan.
Yang lebih miris lagi, bila hujan deras turun, ia beserta istrinya terpaksa tidur berhimpitan demi menghindari air hujan yang merangsak masuk melalui celah-celah atap rumah dan lantainya. Hasan yang tercatat sebagai warga Gampong Arongan, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara ini kondisinya kian memprihatinkan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Hasan harus mengandalkan tenaganya sebagai tukang upah harian.
“Hamdani beserta istrinya sudah tinggal di sini selama 6 tahun lebih. Saat konflik, ia merantau ke Langsa dan menikah di sana,” ujar M.Jhony selaku Panglima Muda Daerah IV KPA/PA Pase, Sabtu, 30 September 2017.
M.Jhony menceritakan, saat dirinya menerima informasi dari warga setempat. Ia secepatnya menginstruksikan kepada jajarannya agar menyambangi Hasan beserta keluarganya. Menurutnya, saat pertama kali kesana, pihaknya langsung menyalurkan sedikit bantuan berupa sembako, peralatan memasak serta bahan material awal seperti seng, papan dan kasur.
“Usai kami menjenguknya beberapa kali, timbul inisiatif saya untuk menghubungi Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin agar beliau bersedia meluangkan waktunya untuk menjenguk saudara kita yang masih membutuhkan bantuan,” ujar M.Jhony.
Akhirnya, usulannya pun mendapat respon positif dari Tgk Muharuddin.
Esok harinya, tepatnya pada Kamis, 28 September 2017 kemarin, ia beserta Tgk Muhar langsung bergerak menuju rumah Hasan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari desa Alue Ie Puteh. Tiba sekitar pukul 15:10 WIB, rombongan ini hanya disambut oleh istri Hamdani, Lugiom.