BANDA ACEH – Syardani Muhammad Syarif atau dikenal Teungku Jamaika terkejut ketika akun media sosial Facebook miliknya, teungku.jamaica tak lagi bisa dibuka, Senin, 25 September 2017 sekitar pukul 14:00 WIB. Dia kemudian membuka akun baru syardani.teungkujamaica dan mengabarkan kondisi yang dialaminya. Sayangnya, akun ini bernasib serupa dan kembali tidak bisa diakses, Rabu, 27 September 2017.
“Akun nyoë bunoë sekitar poh 10.25 diblokir: https://www.facebook.com/syardani.teungkujamaica (akun ini tadi sekitar pukul 10.25 diblokir: https://www.facebook.com/syardani.teungkujamaica),” tulis Jamaika menjawab portalsatu.com melalui aplikasi WhatsApp, Rabu siang.
Dia menduga pemblokiran kedua akun Facebook miliknya tersebut berkaitan erat dengan sederet status bernada kritikan yang ditulis selama ini. Maklum, selama beberapa hari terakhir Jamaika kerap menyorot rencana Pemerintah Aceh yang ingin membeli sejumlah pesawat udara dan event Tsunami Cup melalui akun Facebooknya.
“Lôn duga sang gara-gara teuga that Lôn kheun keu Pemerintah Aceh. Lôn kritik peukara bloë pesawat terbang dan peugòt Tsunami Cup. (saya menduga mungkin karena terlalu kencang saya kritik Pemerintah Aceh. Saya kritik perkara beli pesawat terbang dan event Tsunami Cup),” tulis Jamaika lagi.
Dia menyebutkan hanya persoalan tersebut yang menjadi fokus status Facebooknya dan menjadi booming di lini masa. Seperti diketahui, Pemerintah Aceh menganggarkan Rp10 miliar untuk panjar pembelian 6 pesawat udara dalam KUA PPAS APBA Perubahan 2017. Selain itu, Pemerintah Aceh juga memplotkan anggaran senilai Rp11 miliar untuk Tsunami Cup. Rencana-rencana ini menuai polemik bagi publik di Aceh. Ada yang mendukung dengan alasan-alasan tertentu, tetapi tidak sedikit yang menentang rencana tersebut.
“Ureuëng di gampông-gampông meu rumoh gohlom na, mantòng deuëk dum dan bahkan mantòng na aneuk miët Gizi Buruk. Sementara Pemerintah Aceh berfoya-foya dg pèng rakyat jak bloë pesawat terbang dan peugòt Tsunami Cup. (Masyarakat di perkampungan rumah saja belum ada, masih banyak yang lapar dan bahkan masih ada anak gizi buruk. Sementara Pemerintah Aceh berfoya-foya dengan uang rakyat mau beli pesawat terbang dan bikin Tsunami Cup),” kata Jamaika, mengulang redaksi di status akun Facebook miliknya.